Ilustrasi. (Foto: Antara/Yusran).
Ilustrasi. (Foto: Antara/Yusran).

Kemenperin Pacu Kinerja Industri Perhiasan untuk Ekspor

Ekonomi pameran perhiasan kementerian perindustrian perhiasan
19 April 2018 17:24
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah memacu kinerja industri padat karya berorientasi ekspor, salah satunya sektor industri perhiasan yang sampai saat ini terus menjadi andalan.
 
"Kami bersyukur kegiatan industri perhiasan di Indonesia sudah berkembang, di mana tercatat pada 2017, nilai ekspor perhiasan mencapai USD2,6 miliar," kata Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih melalui keterangannya di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 19 April 2018.
 
Didukung sentuhan teknologi serta inovasi, lanjutnya, maka kemajuan sektor industri perhiasan diharapkan akan semakin meningkat. Gati menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya pada acara pembukaan Jakarta International Jewellery Fair 2018 di Jakarta Convention Center.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Industri perhiasan di Indonesia saat ini mengalami pertumbuhan yang cukup pesat, ditandai dengan meningkatnya nilai ekspor logam mulia, batu permata dan perhiasan. Untuk memperluas akses pasar, Kemenperin terus berupaya menggenjot laju pertumbuhan industri perhiasan.
 
Usaha tersebut antara lain melalui fasilitasi dalam berbagai pameran berskala internasional, salah satunya pada ajang Jakarta International Jewellery Fair 2018 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perhiasan Emas dan Permata Indonesia (APEPI) pada 19-22 April 2018 di Jakarta Convention
Center.
 
Adapun pameran ini terdiri dari 30 peserta dalam negeri, 19 peserta luar negeri, dan 51 pengrajin IKM yang merupakan mitra-binaan Kemenperin Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Koperasi & UMKM, Dinas Perindustrian & Perdagangan Provinsi Jawa Timur, serta peserta yang memamerkan mesin, material mekanika serta perangkat industri perhiasan, para pengusaha emas dan perhiasan, dan para konsumen perhiasan di Tanah Air.
 
Kemenperin melalui Ditjen IKM memfasilitasi 30 IKM perhiasan untuk ikut serta dalam Jakarta International Jewellery Fair 2018 yang terdiri dari IKM perhiasan mutiara, perak, giok aceh, batu-batuan, aksesories pengantin, serta aksesoris khas daerah. IKM perhiasan tersebut berasal dari Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, DI Yogyakarta, Bali, Aceh, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta, dan Sumatera Selatan.
 
Pameran Jakarta International Jewellery Fair 2018 ini digelar oleh Indonesia Jewellery Fair. Rangkaian acara berikutnya adalah Surabaya Jewellery Fair2018, yang akan diadakan pada 25-28 Oktober 2018 di Grand Ballroom Shangri-La Hotel, Surabaya, Jawa Timur.
 
Melalui rangkaian pameran perhiasan ini, Indonesia Jewellery Fair berharapdapat memberikan semangat kewirausahaan kepada anak bangsa melalui UKM yang maju, tangguh, mandiri dan juga dapat berperan sebagai motor penggerak dalam perekonomian nasional yang berbasis ekonomi kerakyatan di era pasar bebas.
 

 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif