Wawancara Khusus

Membidik Asuransi Jiwa untuk Kelas Menengah Bawah

Arif Wicaksono 31 Agustus 2018 20:19 WIB
Wawancara Khusus Ekonomi
Membidik Asuransi Jiwa untuk Kelas Menengah Bawah
Direktur Utama Bhinneka Life Wiroyo Karsono. (FOTO: Medcom.id/Arif Wicaksono)
Jakarta: Bagaimana arah PT Asuransi Jiwa Bhinneka (Bhinneka Life) pascapemisahan bisnis dengan Asuransi AJB Bumiputera? Brand baru berumur dua tahun ini memiliki berbagai strategi mengembangkan pasar dalam bisnis asuransi jiwa. Segmen kelas menengah bawah yang masih belum terjamah dengan asuransi jiwa menjadi segmen pasar teresendiri bagi Bhinneka life.

Mengenai hal ini Direktur Utama Bhinneka Life Wiroyo Karsono mengutarakan strategi perusahaan dalam bersaing menghadapi bisnis asuransi jiwa yang semakin sesak dengan datangnya pemain baru dan pemain lama kepada Medcom.id beberapa waktu lalu.

Bagaimana operasional Bhinneka Life setelah berpisah dengan AJB Bumiputera?

Kita terpisah, tapi tetap bersaudara. Kita jalan masing-masing kantor kita di Sinarmas beda dengan AJB. Tak ada peralihan nasabah dari AJB Bumiputera. Kalau asuransi jiwa lain sasaran masyarakat menengah atas dan kita mau dari bawah dan kecil-kecil dan perkenalkan asuransi dan sekaligus bisa jualan.

Sejauh ini bagaimana perkembangan cabang Bhinneka Life?

Kita punya 350 titik dan 25 kantor wilayah dan tiap bulan ada agen baru. Kita akan mendukung program 10 juta agen Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Setiap bulan akan ada 1.000 agen baru untuk memasarkan produk kita.

Kenapa banyak klaim di kuartal I-2018 yang mencapai Rp31,35 miliar di atas akhir 2017 yang mencapai Rp9,15 miliar?

Banyak klaim karena menarik edukasi mitra kerja yang bersifat investasi dan kita juga banyak yang meninggal dan maka kita banyak klaim. Kita ingin membangun wilayah ekonomi dari masyarakat desa.

Apa kendalanya jualan untuk segmen ritel menengah bawah?

Mereka rata-rata belum begitu sadar pentingnya asuransi jiwa dan ada risiko lain yang bisa berimbas kepada usahanya karena masih kurangnya pengetahuan UMKM terhadap asuransi jiwa. intinya kita mau main di segmen kecil.

Kita harus main di produk yang sederhana seperti produk Bhinneka Asuransi Indonesia. Dalam produk ini cek kesehatan kita bebaskan jadi kita terima langsung dan hanya mengover risiko meninggal, sakit atau kover dua orangtua dan satu anak. Kami juga ada asuransi express untuk asuransi ini klaim lima juta bisa dibayar dalam satu hari kerja. Layanan ini mempermudah  klaimnya bisa satu hari kerja dengan fotokopi untuk pencairan klaim.

Kita juga proses klaim dengan cara yang cepat. Strateginya adalah agen atau pemasaran kami harus yang orang daerah tempat kita pasarkan produk. Mereka enggak mesti S1 atau S2. Enggak cocok kalau lulusan S3 jadi agen asuransi.

Apakah ada rencana penambahan cabang?

Cabang akan berkembang terus. Kita sudah tersebar di 34 provinsi. Kita enggak mesti bangun cabang tetapi ada juga kantor pemasaran. Enggak semua kantor wilayah ada di tiap daerah ada juga yang channeling (kerja sama mitra). Kita akan nambah kantor lagi supaya bisa melayani lebih luas dan mudah-mudahan hadir di semua kota di Indonesia.

Bagaimana dengan perkembangan syariahnya?

Kebutuhan asuransi syariah semakin besar jadi kita langsung siapkan anak usaha untuk syariah dan namanya sudah ada PT Bineka Life Syariah. Untuk spin off masih kita rencanakan.

Apakah mengkaji penjualan produk asuransi secara digital seiring dengan perkembangan fintech?

Kita masih fokus kepada keagenan. Agensi adalah fondasi awal dan kita tetap fokus kepada agen-agen kita dulu. Saya rasa kita akan lebih fokus kepada keagenan kita yang bekerja dengan simple dan cepat. Digitalisasi lebih menunjang bukan menjual dan personal touchment (pendekatan personal) lebih penting bagi penjualan kami.

Bagaimana dengan investasi apakah ingin masuk ke saham pada tahun ini?

Kami belum masuk ke saham karena masih volatile di pasar saham tetapi masih masuk ke reksa dana jadi porfolio kami memang masih belum ada di saham.

Kalau porsi menengah atas akan naik jadi berapa persen?

Porsi menengah bawah kami jumlahnya 100 persen dari premi dan bisa kurangi dengan menjadi 80 persen dan sisanya untuk menenegah atas dalam beberapa tahun ke depan. Ini butuh edukasi bagus dari agen kami.

Apakah sudah mengandeng mitra dari perbankan untuk penjualan premi?

Pada 2020 kita ingin kerja sama dengan bank untuk perbanyak channelling. Sampai sekarang kita masih dari agen internal belum ada jalur dari bancassurance. Strateginya adalah agensi yang menyasar dari bawah kemudian baru naik ke atas biar lebih stabil. 100 persen penjualan kita masih dari agen.

Target akhir tahun ini bagaimana?

Tumbuh 20 sampai 30 persen dari 2017 yang mencapai Rp633 miliar. Salah satu strateginya selain menyasar segmen menengah bawah kami juga akan mengandeng PT Mitra BUMDes Nusantara (MBN) selama tiga tahun ke depan untuk memberikan edukasi perencanaan keuangan di bidang asuransi kepada petani dan masyarakat desa khususnya anggota BUMDes.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id