ANTARA/Anis Efizudin
ANTARA/Anis Efizudin

Perhutani Ekspor Olahan Gondorukem dan Terpentin

05 Maret 2014 19:22
medcom.id, Jakarta: Perum Perhutani berencana mendistribusikan produk hasil olahan gondorukem dan terpentin ke Eropa, Jepang, dan China. Perusahaan akan mengoperasikan pabrik derivatif gondorukem dan terpentin di Pemalang, Jawa Tengah, pada Mei 2014.
 
Pabrik itu memiliki kapasitas produksi sebanyak 24 ribu ton per tahun. "Kapasitas berjalan sekitar 17 ribu ton per tahun untuk tahun ini atau 70% dari kapasitas terpasang," ujar Direktur Utama Perum Perhutani Bambang Sukmananto di Jakarta, Rabu (5/3).
 
Hasil produksi pabrik derivatif gondorukem dan terpentin akan berkontribusi bagi pendapatan Perhutani sebesar Rp500 miliar pada tahun ini. Gondorukem merupakan produk olahan dari getah pinus. Produk hasil olahan gondorukem seperti glicerol rosin ester, alpha pinene, betha pinene, delta limonen, cineol, dan alpha terpineol sebagai bahan baku untuk industri minyak, cat, dan tinta mesin cetak (printer).

Perhutani merupakan penghasil gondorukem terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Pada 2014, Perhutani menargetkan pendapatan dari nonkayu sekitar 55% dan sisanya kayu. "Tahun lalu sumber pendapatan kayu sebesar 48%, sisanya nonkayu," ungkapnya.
 
Menurutnya, Perhutani menargetkan pendapatan Rp4,603 triliun sepanjang 2014 atau tumbuh 16,41 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya Rp3,954 triliun. Penyumbang terbesar pendapatan berasal dari penjualan luar negeri industri nonkayu sebesar Rp1,399 trilun atau 137% dari rencana. Pendapatan penjualan dalam negeri hasil hutan sekitar Rp617 miliar. Produk kayu tabungan sebesar Rp1,607 triliun.
 
Bambang mengungkapkan Perhutani memproyeksikan laba sebesar Rp287 miliar. Angka ini naik 40,68% dibandingkan realisasi 2012 senilai Rp294 miliar.
 
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Perhutani Tedjo Rumekso mengungkapkan perusahaan akan mengoperasikan pabrik sagu di Sorong, Papua, pada April 2015. "Perhutani mendapatkan izin usaha seluas 16 hektare (ha) dari Kementerian Kehutanan dan pemerintah daerah (pemda)," jelasnya.
 
Investasi pembangunan pabrik sagu sebesar Rp108 miliar. Kapasitas produksi sebesar 100 ton per hari atau 30 ribu ton setiap tahun. "Kontribusi bagi pendapatan sekitar Rp100 miliar per tahun," tambah Tedjo. (Wibowo)
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WAS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan