BRI Bantah Ikut Membiayai KPA Meikarta
Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)
Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membantah ikut membiayai kredit kepemilikan apartemen (KPA) Meikarta. Dalam berita yang dinukil situs Lippo Karawaci pada 21 Maret 2018, BRI menjadi salah satu bank yang diklaim ikut menyalurkan KPA Meikarta.

"Kita tidak ada PKS (Perjanjian Kerja Sama) dengan Meikarta. Secara pembicaraan pun kita enggak pernah bahas Meikarta," tegas Direktur Konsumer BRI Handayani usai pemaparan laporan kinerja keuangan BRI triwulan III-2018 di Gedung BRI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu, 24 Oktober 2018.

Ketika hendak bekerja sama dengan pengembang (developer), jelasnya, BRI terlebih dahulu akan mengecek Izin Peruntukan Penggunaan lahan (IPPL), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Paling penting ketika kita mau kerja sama dengan developer, syarat minimal harus dipenuhi. Misalnya izin peruntukan (IPPL), AMDAL, kemudian permohonan pembebasan lahan, peruntukan lahan. Itu semua harus sudah lengkap, baru kita bisa melakukan perjanjian kerja sama," imbuhnya.

Sementara, jika pembangunan apartemen masih dalam bentuk Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dan belum berbentuk Akta Jual Beli (AJB), maka dalam perjanjian kerja samanya pihak BRI akan memasukkan klausul buy back.

"Banyak hal yang pada saat awal kita harus review ketika kita kerja sama dengan partner siapa pun. Melihat track record, performance, itu dokumen-dokumen yang wajib dan harus dilengkapi. Paling tidak, itu (klausul buy back) salah satu mitigasi risiko bila terjadi sesuatu," ungkap Handayani.

Selain sertifikat izin pada lahan, klausul buy back akan digunakan BRI apabila unit bangunan belum ready stock. "Biasanya kita mengajukan untuk rumah atau apartemen, itu biasanya kita buat kerja sama terutama yang ready stock. Karena tadi kalau belum ready stock harus ada buy back, belum ada pemisahan sertifikat juga harus ada buy back," pungkas Handayani.

Sebelumnya, Lippo mengklaim ada 12 bank umum menjadi mitra KPA Meikarta. Ke-12 rekanan KPA Meikarta antara lain BNI, BTN, CIMB Niaga, Bank Mandiri, dan BRI. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total portofolio yang disalurkan perbankan untuk KPA Meikarta sebanyak Rp8 triliun.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id