Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Bank Jangan Ragu Kucurkan KUR Pariwisata

Ekonomi perbankan kur
Nia Deviyana • 19 Maret 2019 09:35
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta perbankan tidak ragu menggulirkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memajukan sektor pariwisata. Adapun jumlah KUR yang dapat diberikan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di daerah wisata maksimum Rp500 juta.
 
"Pemerintah menyediakan fasilitas itu dan menyatakan supaya bank jangan ragu, silakan dipinjamkan untuk (meningkatkan) pariwisata," ujar Darmin di kantornya, Jakarta, Senin malam, 18 Maret 2019.
 
Darmin menuturkan dengan jumlah tersebut, masyarakat di daerah pariwisata bisa membuat homestay atau sanggar pembuat kerajinan souvenir. "Untuk lebih tinggi angka pinjamannya enggak bisa, tapi segitu cukup lah," tambahnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah menargetkan sebanyak 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Indonesia tahun ini. Dari jumlah tersebut, perolehan devisa diproyeksikan sebesar USD17,6 miliar.
 
Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan tahun lalu target wisman hanya 17 juta kunjungan dengan target devisa USD17 miliar. Namun realisasi kunjungan wisman hanya 16 juta dengan devisa mencapai USD16 miliar.
 
"Tercapainya hampir 16 juta wisman dan devisa USD16 milar tahun lalu. Kalau ada perbedaan angka ya ada sedikit, di Bank Indonesia (BI) hanya mengeluarkan di pintu utama, kita ada di border juga," tambah dia.
 
Meski demikian, jumlah itu masih tumbuh 26,53 persen dari 2017. Ia mengakui kedatangan wisman pada 2018 hanya tumbuh 12,58 persen atau lebih rendah dari sebelumnya akibat terjadinya bencana gempa di Lombok yang berlangsung cukup lama.
 
"Itu turun karena ada bencana tahun lalu," jelas Arief.
 
Sejak 2018 lalu,Pemerintah melalui Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian akan memfasilitasi penyaluran KUR untuk sektor pariwisata. Upaya ini diharapkan bisa mengoptimalkan potensi pariwisata yang ada di Indonesia sehingga bisa menghasilkan devisa bagi negara.
 
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan skema KUR Pariwisata ini diharapkan dapat mendorong optimalisasi pengembangan sektor pariwisata khususnya di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas serta 88 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.
 
Skema penyaluran KUR untuk sektor pariwisata akan ditetapkan dengan suku bunga rendah, yaitu tujuh persen. Sementara itu, plafon yang disediakan akan disesuaikan baik untuk KUR mikro maupun KUR kecil bagi individu maupun kelompok usaha.

 
Iskandar menyebut ada 13 sektor pariwisata yang bisa mendapatkan fasilitas KUR. Mereka adalah agen perjalanan wisata, jasa informasi pariwisata, pengelolaan tempat wisata, jasa konsultasi pariwisata, jasa transportasi pariwisata, dan penyediaan akomodasi.
 
Selain itu, KUR pariwisata juga bisa diberikan kepada penyelenggara Meeting, Incentive, Convention, Exhibiton (MICE), sanggar seni, penyediaan makanan dan minuman, usaha jasa pramuwisata, wisata tirta, serta industri kerajinan dan pusat oleh-oleh.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif