Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Industri 4.0 Bawa Perubahan Baru di Sektor Manufaktur

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia industri manufaktur Revolusi Industri 4.0
Ilham wibowo • 25 Januari 2019 09:16
Jakarta: Revolusi industri 4.0 dinilai membawa perubahan pada model bisnis baru di sektor manufaktur dengan pemanfaatan teknologi digital secara terintegrasi. Kinerja perusahaan pun bakal meningkat hingga 50 persen lebih tinggi dari sebelumnya.
 
"Penerapan industri 4.0 diyakini akan memacu produktivitas dan kualitas sehingga produk yang dihasilkan lebih inovatif dan kompetitif," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat, 25 Januari 2019.
 
Dalam kesempatan itu, Airlangga menjadi narasumber pada workshop mengenai strategi bisnis dan dampak global dari Future Factory 4.0 dalam rangkaian kegiatan 2019 World Economic Forum (WEF) Annual Meeting di Davos, Swiss. Salah satu fokus pembahasannya yakni upaya peningkatan penggunaan teknologi di industri manufaktur.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun lima teknologi utama yang menopang pembangunan sistem industri 4.0, yaitu Internet of Things, Artificial Intelligence dan Human–Machine Interface. Kemudian teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D printing juga siap diterapkan.
 
"Penerapan industri 4.0 merupakan upaya untuk melakukan otomatisasi dan digitalisasi pada proses produksi," paparnya.
 
Pengembangan pabrik masa depan di era industri 4.0 atau Future Factory 4.0 terus di dorong. Program ini menjadi inisiatif yang bertujuan membantu perusahaan-perusahaan manufaktur, termasuk industri kecil dan menengah (IKM), untuk beradaptasi dengan tekanan persaingan global dan perkembangan teknologi terbaru.
 
"Inisiatif ini akan membantu industri untuk memenuhi permintaan konsumen global yang meningkat terhadap produk yang lebih ramah lingkungan, lebih sesuai dan lebih berkualitas melalui transisi industri dengan lebih sedikit limbah dan penggunaan sumber daya yang lebih baik," ungkapnya.
 
Keterampilan baru dengan upaya peningkatan kemampuan dan pendidikan SDM industri dibutuhkan dalam memaksimalkan pemanfaatan teknologi terkini. Pemerintah pun telah menyiapkan formulasi percepatan penerapan industri 4.0 melalui insentif pajak untuk sektor yang berinvestasi di penelitian dan pengembangan teknologi, pelatihan manajer dan ahli, fasilitas untuk IKM, program percontohan, dan pendirian pusat inovasi industri 4.0.
 
Menurut Airlangga, dibutuhkan kegiatan penelitian dan pengembangan yang lebih aktif guna menciptakan proses manufaktur berteknologi tinggi. Tak ketinggalan, peralatan dan sistem manufaktur yang adaptif dan cerdas, desain pabrik yang efisien, serta manajemen data untuk meningkatkan produksi juga perlu dihadirkan.
 
Menperin menambahkan revolusi industri 4.0 juga telah mengubah operasi menjadi inovasi dan mendorong paradigma produktivitas baru di sektor manufaktur. Penguatan kemitraan yang sinergi antara pemerintah dengan swasta pun kini telah berjalan.
 
"Mau tidak mau, kalau kita bicara future production, bicara pula tentang memperluas pasar ekspor. Kalau kita bicara pasar ekspor, berarti globalisasi," ungkapnya.
 
Kinerja industri yang berorientasi ekspor bakal terus digenjot. Sektor yang menjadi prioritas yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektronika.
 
"Indonesia sudah memprioritaskan pada industri yang berorientasi ekspor di lima sektor tersebut sesuai Making Indonesia 4.0. Jadi, lima sektor itu memang diminati oleh berbagai negara, tentu ini bagian dari global supply chain yang dihasilkan dari Indonesia," tuturnya.
 
Industri manufaktur tercatat konsisten memberikan kontribusi terbesar terhadap nilai ekspor nasional hingga 73 persen. Nilai ekspor industri pengolahan nonmigas diproyeksi menembus USD130,74 miliar pada tahun 2018. Capaian ini meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar USD125,10 miliar.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi