Mandiri Syariah beri bantuan untuk korban tsunami selat sunda (Foto: Mandiri Syariah)
Mandiri Syariah beri bantuan untuk korban tsunami selat sunda (Foto: Mandiri Syariah)

Mandiri Syariah Terjunkan Pasukan Tanggap Bencana

Ekonomi bsm Tsunami di Selat Sunda
25 Desember 2018 14:01
Jakarta: Bank Syariah Mandiri atau Mandiri Syariah bersama Lembaga Amil Zakat bangun Sejahtera Mitra Umat membuka posko bantuan untuk korban tsunami di Selat Sunda di Kantor Pusat dan Cabang Labuan. Selain itu, telah mengirimkan bantuan berupa dua unit mobil ambulans, logistik, dan tim tanggap bencana.
 
Adapun tip tanggap bencana itu terdiri dari dua dokter, empat paramedis, dan 10 relawan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Mandiri Syariah bersimpati atas musibah yang terjadi karena tsunami yang menerjang pantai Anyer, Pandegelang, dan Tanjung Lesung hingga Provinsi Lampung.
 
"Sebagai wujud peduli, kami sudah membuka pos bantuan di Kantor Mandiri Syariah KCP Labuan di mana sudah terhimpun logistik untuk disalurkan kepada masyarakat di sepanjang Pantai Anyer sampai Pantai Tanjung Lesung-Sumur," kata Direktur Mandiri Syariah Putu Rahwidhiyasa, seperti dikutip dari keterangan resminya, Selasa, 25 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, Putu mendoakan semoga seluruh korban tsunami diberi ketabahan dan keringanan. Posko di kantor pusat digunakan untuk menghimpun bantuan berupa dana, pakaian, selimut dan makanan bayi. Saat ini, pasukan sudah berada di kawasan Sumur yang terdampak bencana dan masih minim bantuan.
 
Sejauh ini, Kantor Cabang Mandiri Syariah tidak terdampak bencana. Sedangkan dari sisi pegawai yang terdampak bencana saat ini masih dalam klarifikasi. Di sisi lain, Mandiri Syariah masih terus mengoperasikan posko bantuan korban gempa dan tsunami di Palu dan Lombok.
 
Tsunami di Selat Sunda menerjang pesisir Banten dan Lampung Selatan pada Sabtu malam, 22 Desember 2018. Hingga pukul 07.00 WIB, Minggu, 23 Desember, sebanyak 281 orang tercatat meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang, dan 11.687 orang mengungsi.
 
Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak. Korban dan kerusakan ini terdapat di lima kabupaten terdampak, yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif