BNI Syariah teken MoU dengan PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) (FOTO: BNI Syariah)
BNI Syariah teken MoU dengan PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) (FOTO: BNI Syariah)

BNI Syariah Garap Pengembangan LinkAja Syariah

Ekonomi bni syariah LinkAja
Husen Miftahudin • 16 Mei 2019 07:48
Jakarta: PT Bank BNI Syariah melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) pemilik produk LinkAja. MoU ini terkait dengan pengembangan sistem pembayaran digital yang dikelola secara syariah yaitu LinkAja Syariah sebagai platform pembayaran digital syariah dan uang elektronik.
 
Pengembangan sistem LinkAja Syariah dilakukan secara bersama oleh empat bank syariah milik BUMN. Selain BNI Syariah, ada PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BRIsyariah, dan BTN Syariah.
 
Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengatakan penandatanganan MoU ini merupakan inisiasi positif untuk mendukung langkah pengembangan dan percepatan ekonomi berbasis syariah di Indonesia. BNI Syariah mendukung untuk turut mengembangkan Halal Ecosystem.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Diharapkan platform pembayaran digital berbasis syariah ini dapat melengkapi kebutuhan masyarakat dalam bertransaksi digital secara syariah," ujar Firman dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019.
 
Menurut Firman, platform pembayaran digital berbasis syariah nantinya akan mengadopsi platform pembayaran digital LinkAja. Saat ini LinkAja yang dikembangkan oleh Finarya telah digunakan lebih dari 25 juta pengguna dan 131 ribu merchant partner.
 
Diharapkan dengan kehadiran platform digital berbasis Syariah ini dapat membantu percepatan penetrasi penyediaan layanan berbasis digital kepada masyarakat sehingga bisa meningkatkan pangsa pasar Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia.
 
Pengembangan platform ini juga sesuai dengan visi digitalisasi perbankan BNI Syariah yang secara simultan gencar melakukan transformasi digital dengan penerapan human center design sebagai metodologi dalam pengembangan aplikasi digital. Untuk pengembangan digital di 2019 ini, BNI Syariah menganggarkan dana sekitar Rp68 miliar.
 
Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Afdhal Aliasar berharap LinkAja Syariah menjadi sistem pembayaran digital yang mampu mendukung ekosistem digital ekonomi syariah.
 
"Selain itu, LinkAja Syariah diharapkan bisa terhubung dengan sistem perdagangan e-commerce, produk keuangan syariah, pariwisata halal serta juga melayani transaksi dana sosial keagamaan, seperti infak, zakat dan wakaf dengan masjid-masjid dan lembaga zakat di seluruh Indonesia," pungkas Afdhal.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif