Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Muhammad Nuh. Foto: Medcom.id/ M Syahrul Ramadhan.
Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Muhammad Nuh. Foto: Medcom.id/ M Syahrul Ramadhan.

BWI Sebut Potensi Wakaf Indonesia Dashyat

Ekonomi wakaf
Muhammad Syahrul Ramadhan • 15 Mei 2019 03:00
Jakarta: Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Muhammad Nuh menyebut potensi wakaf produktif Indonesia dahsyat. Tahun 2018 lalu saja, kata M Nuh, jumlah wakaf tanah sebesar 5 miliar meter persegi, mulai dari puluhan meter hingga ribuan hektar.
 
"Potensi yang ada di tangan ini itu mau kita transform sehingga menjadi produktif," kata M Nuh kepada wartawan di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa 14 Mei 2019.
 
Mantan menteri pendidikan ini mengungkapkan saat ini pihaknya sedang mentransformasikan atau mengubah wakaf tanah menjadi wakaf produktif. Dengan memperbaiki status tanah wakaf.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena ada kalanya belum ada sertifikat kita kerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pak Sofyan (Djalil), untuk mempercepat sertifikasi wakaf tanah sehingga status jelas," ucapnya.
 
Selain itu, menurutnya, masih banyak tanah wakaf dari sisi lokasi peruntukannya bukan komersial tapi untuk sosial. Ia mencontohkan wakaf Said Naum yang berada di Tanah Abang, tanah wakaf tersebut diperuntukkan untuk sosial.
 
"3 setengah hektar tadinya 7 hektar tetapi untuk sosial masjid sekolahan. Kalau untuk sosial sekolah berat untuk membiayai dirinya sendiri," ujarnya.
 
Untuk itu, BWI mengajukan izin ke Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengubah Rencana Umum Tata Ruang (RUTR), selain untuk sosial juga untuk komersial. Sehingga bisa dibangun bisnis, yang hasil bisnisnya bisa dipakai untuk menggerakan kegiatan sosial
 
Selain potensi wakaf tanah, sekarang wakaf uang juga mempunyai potensi. M Nuh mengatakan tidak ada batasan jumlahnya juga waktunya fleksibel.
 
"Dulu pengertian wakaf itu untuk selamanya, DPS (Dewan Pengawas Syariah) itu membolehkan wakaf temporer, kalau wakaf seratus juta untuk 3 tahun 5 tahun habis itu balik lagi, itu boleh," ungkapnya.
 
Atas dasar itu BWI dan Bank Indonesia meluncurkan Wakaf Linked Sukuk. Dengan begitu mengelola harta wakaf tanpa repot.
 
"Itu sukuk panjenengan (saudara) terima duit belikan sukuk enggak atek (sampai) mikir sudah dapat 8 sampai 9 persen," ujarnya.
 
Menurutnya dengan program itu pemerintah juga senang, karena ada cash yang dipakai untuk mendanai pembangunan. Ini sudah jalan karena itu kita sedang menggalakan cash wakaf yang kita pakai untuk linked sukuk.
 

(EKO)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif