Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Kautsar Widya)
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Kautsar Widya)

Indonesia Bantu Ekonomi Palestina

Ekonomi kementerian perdagangan indonesia-palestina
01 Maret 2019 11:29
Jakarta: Pemerintah Indonesia secara resmi membebaskan bea masuk untuk dua produk ekspor unggulan asal Palestina, yakni kurma dan minyak zaitun.
 
Kebijakan tersebut diterapkan sebagai wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di negara yang masih terus didera konflik itu.
 
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan kebijakan tarif nol persen untuk dua produk Palestina diputuskan tanpa landasan studi kelaikan khusus.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini tidak seperti preseden biasa. Biasanya untuk menetapkan tarif nol persen, kami kaji untung-ruginya. Ini tidak. Ini murni bentuk komitmen dukungan politik dan ekonomi kepada Palestina," ucap Enggartiasto di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 28 Februari 2019.
 
Kerja sama dagang dengan Palestina sebenarnya telah diratifikasi Kemendag pada tahun lalu bersama tujuh perjanjian dagang lainnya. Untuk Palestina sendiri sudah diatur dalam Perpres No 34 Tahun 2018. Pengaturan pelaksanaan atau implementing arrangement (IA) pada nota kesepahaman (MoU)-nya ditandatangani Mendag Enggartiasto bersama Dubes Palestina, Zuhair Al-Shun, pada Agustus tahun lalu.
 
Kata Enggar, setelah kurma dan minyak zaitun, tak menutup kemungkinan di masa mendatang produk yang diberi keistimewaan bebas bea masuk juga akan bertambah "Kami masih lihat apa produk yang bisa diimpor, dikenai bebas bea dari Palestina. Kita terbuka untuk mereka."
 
Nilai perdagangan Indonesia dan Palestina pada 2018 masih relatif kecil yakni hanya USD3,5 juta. Diharapkan, setelah pembebasan tarif diberlakukan kerja sama perdagangan dapat meningkat signifikan dan memberi keuntungan bagi kedua negara. Kemendag mencatat ekspor nonmigas Indonesia ke beberapa negara nontradisional meningkat tahun lalu, di antaranya ke Bangladesh 15,9 persen, Turki 10,4 persen, Myanmar 17,3 persen, dan Nigeria 17,3 persen.
 
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi sebelumnyajuga memaparkan sejumlah bantuan yang telah diberikan Indonesia kepada Palestina. "Di tingkat global, Palestina terus menjadi prioritas. Indonesia terus berada di barisan terdepan untuk membantu Palestina terkait kemerdekaan dan juga untuk para pengungsi," lanjut Retno.
 
Sejumlah bantuan itu antara lain kerja sama Indonesia dengan UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees) yang intensitasnya terus ditingkatkan.

 
"Secara masif, 50 universitas di Indonesia menyediakan beasiswa untuk pelajar Palestina, dan kami juga terus memasok bantuan seperti bahan makanan untuk pengungsi Palestina," ujar Menlu Retno lagi.(Media Indonesia)
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif