Ilustrasi penukaran uang. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi penukaran uang. (FOTO: dok MI)

Penukaran Uang Baru Dibatasi Maksimal Rp3,9 Juta

Ekonomi bank indonesia penukaran uang Ramadan 2019
Ilham wibowo • 10 Mei 2019 16:04
Jakarta: Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan pecahan uang baru mencapai Rp217,1 triliun mengantisipasi penukaran jelang Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah. Penukaran dibatasi hanya Rp3,9 juta per orang per hari.
 
Deputi Gubenur BI Rosmaya Hadi pembatasan tersebut dimaksudkan agar ketersediaan uang kartal bisa merata tersalurkan. BI menyiapkan layanan penukaran uang di 2.900 titik penukaran di seluruh wilayah NKRI termasuk di daerah terdepan, terluar, dan terpencil terhitung mulai dari 13 Mei sampai dengan 1 Juni 2019.
 
"Kenapa dibatasi karena kami tidak mau terkonsentrasi pada orang tertentu dan ada indikasi jual kembali," kata Rosmaya dalam pemaparan di kantor BI, Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BI hanya bekerja sama dengan 16 bank dalam melakukan penukaran uang di titik yang telah ditentukan. Penukaran di lokasi lain selain yang ditetapkan BI pun tidak disarankan digunakan oleh masyarakat lantaran cenderung menganggu ketertiban.
 
"Ada penjual yang sering mendekati mobil yang sedang antre pada saat macet, nah itu kami hindari, kami yang akan dekati masyarakat," tuturnya.
 
Untuk tahun ini, BI menyediakan paket penukaran pecahan uang baru senilai Rp3,9 juta tersebut. Paket tersebut terdiri dari pecahan uang Rp20.000 senilai Rp2 juta, pecahan uang Rp10.000 senilai Rp1 juta, pecahan uang Rp5.000 senilai Rp500 ribu, serta pecahan uang Rp2.000 senilai Rp400 ribu.
 
"Kami sudah sediakan per paket supaya cepat dengan berbagai macam pecahan rupiah, kami akan lakukan fleksibel sesuai apa yang terjadi di lapangan," ungkapnya.
 
Untuk penukaran tahun ini, BI mendorong penggunaan instrumen nontunai dalam melakukan penukaran uang kartal. Seluruh bank yang telah bekerja sama dengan BI telah diminta untuk mengakomodasi seluruh cara masyarakat terhadap kebutuhan uang.
 
"BI mengimbau kepada masyarakat agar penukaran tolong dilakukan di tempat resmi oleh petugas BI, perbankan dan pihak yang ditunjuk BI. Waspada dan hati-hati transaksi menggunakan uang," ucapnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif