"Presiden akan berbicara di forum bisnis yang mana dihadiri sekitar 1.000 pengusaha dan bertemu beberapa CEO yang ada di Jepang yang memiliki kerja sama dengan Indonesia," ujar Juru Bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir, di Kantor Kemlu, Jakarta, Jumat (20/3/2015).
Kunjungan tersebut mengingat Jepang merupakan mitra strategis Indonesia 10 tahun terakhir. Selain itu, Jepang juga merupakan mitra dagang nomor tiga Indonesia dengan nilai USD40,2 miliar. Dia menambahkan, investasi Jepang adalah nomor dua terbesar di Indonesia dengan USD2,7 miliar pada 2015.
"Selain itu 480 ribu wisatawan Jepang hadir di Indonesia, menempatkan mereka dalam lima besar wisatawan asing yang hadir di Indonesia," jelas dia.
Presiden Jokowi juga akan melakukan kunjungan ke Tiongkok pada 26-27 Maret 2015. Kunjungan itu akan dimulai melalui Beijing dan dilanjutkan ke Bau, Tiongkok. Di sana, Jokowi akan bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang.
Serupa seperti di Jepang, akan ada pertemuan pula dengan pengusaha, di mana dalam kesempatan itu Jokowi diundang sebagai pembicara di sebuah forum bisnis.
Dalam kesempatan itu pula, lanjut Tata, akan ditandatangani nota kesepahaman. "Di Tiongkok juga ada kesepakatan kerja sama baru terkait maritim, SAR, organize crime transnasional. Ada upaya menangani cyber crime dan narkoba," pungkas dia.
Menimbang Indonesia merupakan mitra penting Jepang dan Tiongkok, Tata menyatakan, Indonesia siap membuka pasar untuk kerja sama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News