Peningkatan signifikan jumlah wisman tidak lepas dari variasi destinasi wisata dan promosi yang kian beragam. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), destinasi wisata bahari menjadi primadona pariwisata di Indonesia.
Melihat fakta tersebut, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Coral Triangle, meliputi Wakatobi, Raja Ampat, Bunaken dan Morotai mendapat prioritas utama pembangunan destinasi.
"Saya bangga juga wisata bahari ini jadi yang paling diminati. Indonesia ini punya Coral Triangle Initiatif (CTI) yang memang sebagian besar wilayahnya di Indonesia. Ini juga yang kita prioritaskan untuk dibangun dan dipromosikan," ujar Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman di Jakarta, Rabu (4/2/2015).
Dadang menekankan aspek konservasi pada destinasi wisata bahari justru meningkatkan nilai jualnya. Anggaran promosi dan destinasi untuk sektor pariwisata tahun ini mencapai 1,2 triliiun. Jumlah itu diklaim meningkat tiga kali lipat dari anggaran tahun sebelumnya.
Ketua PHRI BPPI Yanti Sukamdani yang bertatap muka langsung dengan wapres Jusuf Kalla menuturkan anggaran tersebut diajukan langsung oleh JK untuk meningkatkan daya jual sektor pariwisata. Yanti merinci, kunjungan yang paling diminati wisman ialah wisata bahari, diikuti dengan wisata budaya, dan ecowisata.
"Januari sampai Maret memang low season, tapi jangan lupa Februari ada imlek, wisman Tiongkok membludak pada saat Imlek. Untuk mempersiapkan peak season di bulan Juni-Juli kita sudah mulai promosi di bulan Maret-April. Efektifnya memang 2 bulan sebelumnya," kata Yanti.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengurai dari total kunjungan wisman ke Indonesia, hampir 90 persen berkunjung ke tiga destinasi Great, yakni Great Bali, Great Jakarta dan Great Batam.
"Tiga Great menyumbang 90 persen kedatabgan wisman. Kita harus bisa branding dan advertising, penting sekali mempertimbangkan kapan kita mengundang wisman," kata Arief.
Menurut UN-WTO, jumlah wisatawan dunia pada tahun 2014 sebanyak 1,136 milliar atau tumbuh 4,7 persen dari tahun sebelumnya. Angka pertumbuhan wisatawan dunia ini lebih kecil daribangka pertumbuhan wisatawan Indonesia yang mencapai 7,2 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News