NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: AFP/ Bay ISMOYO
Ilustrasi. FOTO: AFP/ Bay ISMOYO

Cara 3D Masih Ampuh Kenali Keaslian Uang Rupiah

Ekonomi rupiah uang palsu
Husen Miftahudin • 26 Februari 2020 18:08
Jakarta: Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Yudi Harymukti mengatakan ada cara ampuh mengenali ciri keaslian uang rupiah adalah dengan metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang.
 
Cara ini diklaim paling ampuh mengingat mayoritas uang rupiah palsu dicetak menggunakan mesin-mesin sederhana.
 
"Sebanyak 93 persen dari pemalsuan uang yang kita temukan itu mayoritas masih menggunakan laserjet sama inkjet. Kita sebut mesin-mesin multifungsi seperti meng-copy, scan, dan print," ujar Yudi di kantor pusat Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, sambungnya, pencetakan uang palsu dilakukan dengan cara manual seperti sablon dan cetak offset. "Jadi di Indonesia ini metode pemalsuannya masih relatif sederhana dan masyarakat bisa segera mengetahui keaslian atau palsu uang tersebut dengan cara 3D," tegas dia.
 
Saat menerapkan metode 3D, masyarakat diimbau memperhatikan tekstur atau cetakan intaglio, tanda air, benang pengaman, gambar saling isi (rectoverso), gambar yang tersembunyi, hingga tinta.
 
Pada uang rupiah asli, tekstur cetakan intaglio terasa kasar saat permukaan uang kertas diraba dengan tangan. Cetakan intaglio ini juga termasuk blind code atau kode yang dicetak khusus bagi tuna netra.
 
Pada cetakan uang kertas, terdapat tanda air berupa gambar yang akan terlihat saat uang tersebut diterawang ke arah sumber cahaya.
 
Lalu perhatikan benang pengaman. Benang pengaman ini ditanam di tengah uang kertas dan terlihat seperti dianyam sehingga tampak sebagai garis melintang.
 
"Benang pengaman pada uang rupiah kertas asli kita itu dapat memendar dan tidak memendar di bawah sinar ultraviolet," jelas Yudi.
 
Kemudian perhatikan gambar saling isi, gambar ini akan saling mengisi jika diterawang ke arah cahaya. Bila tidak diterawang ke cahaya, gambar rectoverso ini seolah gambar yang tidak utuh.
 
Perhatikan pula gambar tersembunyi yang terdapat pada uang kertas. Gambar ini hanya dapat dilihat dari sudut pandang tertentu dengan cara memutar permukaan uang kertas.
 
Terakhir, perhatikan tinta yang bisa berubah warna dan tinta tidak tampak. Pada uang kertas rupiah, hasil cetaknya mengkilap dan bisa berubah-ubah warnanya bila dilihat dari sudut pandang berbeda. Sedangkan tinta tidak tampak adalah hasil cetak tidak kasat mata yang akan memendar di bawah sinar ultraviolet.
 
"Itu masyarakat harus pahami agar tidak dirugikan oleh peredaran uang palsu. Masyarakat juga harus berhati-hati dan mengenali keaslian uang dengan cara 3D," ucapnya.
 
Yudi juga meminta masyarakat untuk merawat dan menjaga dengan baik uang rupiah. Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap salah satu simbol kedaulatan negara, upaya tersebut juga bisa menjaga kelestarian uang sehingga masyarakat bisa dengan mudah mengenali ciri keaslian uang rupiah.
 
"Kalau uang semakin lusuh, ciri keaslian yang dilakukan dengan 3D itu akan sulit dikenali. Oleh karena itu masyarakat perlu menjaga, selain memahami cara mengenali keaslian uang rupiah tersebut," tutup Yudi.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif