Ilustrasi banjir pada awal Januari 2020 lalu. Foto: Antara.
Ilustrasi banjir pada awal Januari 2020 lalu. Foto: Antara.

Perusahaan Asuransi Data Pengajuan Klaim Banjir Jakarta

Ekonomi banjir jakarta Jakarta Banjir asuransi umum
Antara • 27 Februari 2020 18:06
Jakarta: Perusahaan asuransi umum saat ini sedang mendata pengajuan klaim tertanggung atas polis yang memiliki perluasan risiko banjir setelah bencana alam itu terjadi di sebagian wilayah Jakarta dan sekitarnya pada 25 Februari 2020.
 
"Saat ini datanya masih dalam proses pengumpulan," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody A S Dalimunthe di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 27 Februari 2020.
 
Menurut dia, sepanjang polis menjamin risiko banjir maka tertanggung dapat mengajukan klaim kerugian kepada perusahaan asuransi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bagi tertanggung yang sebelumnya menjadi korban banjir pada tahun baru lalu dan kembali kena dampak, lanjut dia, nasabah tersebut bisa mengajukan klaim asal polisnya memiliki perluasan risiko banjir.
 
"Nanti perusahaan asuransi yang akan menindaklanjuti proses klaimnya," imbuh Dody.
 
Mengingat banjir ini terjadi berdekatan dengan kejadian sebelumnya yang terjadi pada awal Januari 2020, Dody mengatakan perusahaan asuransi sudah mempertimbangkan hal tersebut agar tidak mengalami potensi kerugian bagi perusahaan. Untuk risiko katastropik termasuk banjir dan bencana alam lain, kata dia, juga direasuransikan.
 
"Tidak semua risiko ditahan sendiri oleh perusahaan asuransi, namun ada proses reasuransi. Dalam hal klaim, nantinya perusahaan asuransi juga akan mendapatkan recovery dari reasuradur," katanya.
 
Pada banjir awal Januari 2020, AAUI mencatat jumlah pengajuan klaim untuk harta benda dan kendaraan bermotor yang terdampak banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mencapai Rp1,14 triliun.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif