Mandiri Syariah Catat Porsi Pembiayaan Ritel Capai 65%
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)
Jakarta: PT Bank Syariah Mandiri atau Mandiri Syariah mencatat porsi pembiayaan ritel mencapai 65 persen terhadap total penyaluraan pembiayaan. Fokus di pembiayaan ritel sejalan dengan sektor tersebut diyakini memiliki unsur-unsur syariah sehingga potensi bisnisnya masih terbuka lebar.

Senior Vice President Corporate Secretary Mandiri Syariah Rizky Wisnoentoro mengaku Mandiri Syariah sudah sejak 2017 lalu fokus di sektor ritel dan porsinya mencapai 65 persen. Mandiri Syariah siap memacu lebih kencang laju bisnis di masa mendatang seiring dengan mulai diliriknya perbankan syariah di Indonesia.

"Porsinya 65 persen untuk ritel produktif maupun konsumtif dan 35 persen diarahkan ke korporasi," ujarnya, di Gedung Wisma Mandiri, Jakarta, Rabu malam, 30 Mei 2018.

Menurutnya unsur syariah cukup besar di sektor ritel. Adapun sektor ini dikhususkan pada sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM), pembiayaan kendaraan syariah, Kredit Perumahan Rakyat (KPR) syariah, dan pensiunan syariah yang dapat dirasakan maanfatnya oleh setiap nasabah.

Dengan sumber yang halal, ia menilai, serta penempatan yang halal akan meraih hasil yang positif. "Kita fokuskan pada ritel di individu dan bukan di perusahaan. Karena diyakini lebih banyak nilai syariah pada setiap individu ritel," tuturnya.
 
Lebih lanjut, Mandiri Syariah dalam waktu dekat berencana meluncurkan machine learning dalam bentuk chat both. Aplikasi ini merupakan ikon Mandiri Syariah berupa perempuan  berkerudung bernama Asiyah yang siap menjawab pertanyaan nasabah.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id