Ilustrasi. (Foto: Antara/Lucky).
Ilustrasi. (Foto: Antara/Lucky).

Panen Raya, Ketersediaan dan Pasokan Cabai Aman

Ade Hapsari Lestarini • 22 Maret 2018 16:40
Jakarta: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan pasokan dan harga aneka cabai secara nasional aman hingga Lebaran nanti. Pasalnya, banyak daerah yang memasuki musim panen pada April-Juni.
 
Meski harga sempat sedikit mengalami kenaikan jelang dan pasca Imlek karena pasokan cabai dari daerah sentra agak berkurang karena efek musim yang tidak menentu, sehingga memperlambat masa panen. Namun saat ini harga cabai berangsur-angsur normal kembali.
 
Kunci pengamanan ketersediaan pasokan cabai adalah disiplin melaksanakan manajemen pola tanam yang telah dibuat secara nasional.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Prihasto Setyanto memperkirakan ketersediaan cabai besar pada Maret sebesar 101.855 ton, April sebesar 101.971 ton, Mei sebesar 106.242 ton, dan Juni sebesar 104.935 ton. Sedangkan kebutuhannya pada Maret, April, Mei, Juni masing-masing sebesar 93.645 ton, 93.743 ton, 97.741 ton, dan 96.931 ton. Sehingga akan terjadi surplus cabai besar rata-rata 8.227 ton per bulan.
 
Adapun untuk cabai rawit, perkiraan ketersediaannya pada Maret sebesar 78.564 ton, April sebesar 78.955 ton, Mei sebesar 83.315 ton, dan Juni sebesar 84.872 ton. Sedangkan kebutuhannya pada Maret, April, Mei, Juni masing-masing sebesar 69.945 ton, 70.747 ton, 75.230 ton, 76.532 ton. Sehingga akan terjadi surplus cabai rawit rata-rata 8.415 ton per bulan.
 
"Begitu juga dengan bawang merah, perkiraan ketersediaan bawang merah pada Maret, April, Mei, Juni masing-masing sebesar 111.464, 111.468 ton, 127.152 ton, 125.500 ton dengan kebutuhan 100.155 ton, 100.193 ton, 112.321 ton, 116.501 ton. Jadi akan terjadi surplus bawang merah dengan rata-rata 11.604 ton per bulan," ujar Prihasto, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 22 Maret 2018.
 
Berdasarkan pantauan dan pendampingan Tim Upsus Cabai Bawang Ditjen Hortikultura, produksi cabai besar pada April-Juni tersebar di beberapa kabupaten sentra yaitu di Kabupaten Garut, Cianjur, Simalungun, Tanah Datar, Rejang Lebong, Magelang, Temanggung, Tuban, Malang, dan Lombok Timur.
 
Untuk Pulau Kalimantan, produksi terbanyak di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kutai Kartanegara. Sedangkan untuk Pulau Sulawesi berada di Kabupaten Gowa, Maros, Bone, Minahasa, dan Minahasa Selatan.
 
Luas panen cabai besar pada Maret, April, Mei, Juni masing-masing sebesar 34.569 Ha, 33.674 Ha, 33.203 Ha, 31.236 Ha, dengan lokasi panen terluas di Kabupaten Garut.
 
"Adapun produksi cabai rawit pada April-Juni tersebar di beberapa sentra di Kabupaten Garut, Magelang, Temanggung, Wonosobo, Blitar, Lamongan, Tuban, Kediri, Malang, Buleleng, dan Lombok Timur. Pulau Kalimantan, produksi terbanyak di Kabupaten Landak dan Kutai Kartanegara. Sedangkan untuk Pulau Sulawesi berada di Kabupaten Gorontalo, Gowa, Luwu, dan Bone," jelas dia.
 
Ditambahkan Prihasto, pertanaman cabai rawit merah yang ada saat ini secara umum ditanam pada musim hujan sekitar November-Desember. Tanaman cabai rawit merah rata-rata dipanen pada usia 4-5 bulan setelah tanam. Artinya, masa panen awal sekitar Maret-April.
 
"Khusus untuk cabai rawit selama periode pertumbuhannya baik, dapat dipanen 20 sampai dengan 30 kali selama pemeliharaannya intensif dan penanganan OPT berlangsung dengan baik. Apabila pertumbuhannya baik, masa panen cabai rawit bisa berlangsung sampai dengan September-Oktober," ungkapnya.
 
Di Provinsi Jawa Timur, luas panen cabai rawit April sebesar 19.144 ha, yang tersebar di Kabupaten Kediri, Blitar, Banyuwangi dan Tuban. Sedangkan luas panen untuk cabai besar pada April sebesar 3.661 Ha yang tersebar di sentra utama seperti Kediri, Banyuwangi, Malang, Blitar, dan Magetan.
 
Menurut Sarwi, champion cabai Kabupaten Blitar, saat ini luas panen di Kabupaten Blitar didominasi di Kecamatan Panggungrejo dan Binangun. Di Desa Panggung Sari Kecamatan Panggungrejo terdapat hamparan cabai rawit merah seluas 700 Ha, Desa  Tulungrejo seluas 575 Ha dan di Kecamatan Binangun seluas 2.900 Ha sehingga pada April panen raya di Kabupaten Blitar mencapai 4.000 ha.
 
Produksi cabai rawit merah ini akan dipasok ke Pasar Induk Kramat Jati. Dengan kondisi ini, harga dan pasokan dijamin aman dan terkendali.
 
Berdasarkan Info Pangan Jakarta, hari ini terpantau harga aneka cabai mengalami penurunan di Pasar Induk Kramat Jati bila dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Saat ini harga cabai merah keriting sebesar Rp30 ribu per kg, cabai merah besar Rp42 ribu per kg, cabai rawit merah Rp35 ribu per kg, cabai rawit hijau Rp18 ribu per kg, sedangkan bawang merah Rp20 ribu per kg.
 
Tidak hanya di pasar induk, harga cabai di tingkat petani juga aman terkendali. Di Magelang, harga cabai merah keriting di tingkat petani Rp26 ribu per kg dan cabai rawit merah Rp28 ribu per kg. Bahkan di wilayah Sulawesi, harga cabai rawit merah di kisaran Rp12 ribu-Rp17 ribu per kg yaitu di Bantaeng dan Bone. Harga cabai merah keriting di Sumedang, Cianjur, Garut, Tasikmalaya berkisar Rp22ribu-Rp24 ribu per kg. Sedangkan di wilayah Sulawesi di kisaran harga Rp18 ribu-Rp20 ribu per kg.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan