"Kapasitas pabrik pupuk kalium tersebut mencapai delapan ton per hari," kata Ismed dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (16/9/2014).
Pupuk kalium organik adalah produk pupuk organik berbentuk granul yang dihasilkan dari bahan baku limbah sawit (janjang kosong yang diproses menjadi abu janjang). Janjang kosong sawit merupakan salah satu limbah yang tidak dapat dimanfaatkan dalam satu proses produksi pembuatan CPO.
"Setiap proses pembuatan CPO hanya dibutuhkan buahnya saja. Janjang kosongnya selama ini oleh setiap pabrik CPO dibuang percuma. Bahkan dengan belum sempurnanya penanganan limbah sawit yang selama ini masih dianggap sampah yang menggangu, menjadikan penduduk setempat merasa terusik, karena limbah tersebut selain berbau tidak sedap karena pembusukan, juga mencemari air tanah," tutur Ismed.
Dari sisi bisnis, pabrik kelapa sawit akan mendapatkan keuntungan lain. Antara lain, limbah jankos akan tertangani dengan baik sehingga komplain masalah lingkungan akan teratasi dan dapat menghemat biaya pembelian pupuk, terutama pupuk berunsur hara KCL /pupuk lain yang mengandung hara kalium secara signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News