Pemilik jaringan hotel Aryaduta Mochtar Riady. MTVN/Dian Ihsan Siregar.
Pemilik jaringan hotel Aryaduta Mochtar Riady. MTVN/Dian Ihsan Siregar.

Cerita Mochtar Riady Agar tak Bisa Dikekang Orang

Dian Ihsan Siregar • 26 Januari 2016 19:13
medcom.id, Jakarta: Pemilik jaringan hotel Aryaduta Mochtar Riady mendapatkan pelajaran agar tidak bisa didikte atau ditekan seseorang. Dia mendapatkan pelajaran itu dari istrinya.
 
Mochtar‎ bercerita, dirinya pernah mendapatkan empat batang emas dari salah seorang nasabah di 1970. Pada saat itu, dia menjadi tokoh perbankan yang disegani di Indonesia, bahkan internasional. Empat batang emas itu diberikan kepada sang istrinya.
 
"Saya gembira, saya menerima empat batang emas dari seorang nasabah. Itu batang emas pertama dalam hidup saya. Saya langsung berikan seluruh empat batang emas itu ke istri saya," ucap Mochtar, ‎ditemui saat peluncuran buku otobiografi Mochtar Riady 'Manusia Ide', di Hotel Aryaduta Tugu Tani, Jakarta, Selasa (26/1/2016).

Ketika memberikan emas kepada istrinya, Mochtar kaget atas respons dari istrinya. Sebab, pada saat diberikan empat batang emas, raut wajah istrinya tidak menunjukkan kebahagiaan.
 
"Istri saya bertanya dari siapa emas itu? Saya jawab saja dari nasabah. Istri saya langsung menjawab, kembalikan saja emas itu, saat ini juga dikembalikan," urai Mochtar.
 
Mendengar hal itu, ‎Mochtar pun mengikuti semua saran yang telah dilontarkan oleh istrinya. Meski, masih belum mengerti maksud sang istri. Namun teka-teki penolakan istrinya terhadap empat batang emas itu akhirnya terjawab.
 
Menurut dia, jika menerima barang dari seseorang, maka tidak ada sikap kebebasan yang akan dijalani. Pada akhirnya pun, ada orang jahat yang akan mengekang kehidupannya.
 
"Jangan pernah menerima sesuatu yang tidak jelas asal-usulnya dikasih sama siapa. Ini ‎akan mengekang kita, kita pun akan terdikte," tukas Mochtar.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan