Ilustrasi perencanaan keuangan (Foto: Dok OJK)
Ilustrasi perencanaan keuangan (Foto: Dok OJK)

Capai Beberapa Tujuan Hidup Ini Lewat Perencanaan Keuangan

Angga Bratadharma • 25 Desember 2015 11:40
medcom.id, Jakarta: Masyarakat yang hendak mencapai beberapa tujuan hidup seperti menikah, memiliki rumah sendiri, memiliki kendaraan pribadi, menunaikan ibadah haji, menyiapkan masa pensiun, dan semacamnya perlu dibarengi dengan perencanaan keuangan yang memadai. Manfaat dari perencanaan keuangan bisa dirasakan dengan adanya arah dan arti keputusan finansial seseorang.
 
Mengutip laman OJK, Jumat 25 Desember, perencanaan keuangan menurut Certified Financial Planner, Financial Planning Standards Board Indonesia, adalah suatu proses untuk mencapai tujuan hidup seseorang melalui pengelolaan keuangan secara terencana. Dalam hal ini, perencanaan keuangan yang baik membantu seseorang dalam mencapai tujuan hidupnya.
 
Melalui pengelolaan keuangan, seseorang bisa mengerti bagaimana setiap keputusan keuangan yang dibuat berdampak ke area lain dari keseluruhan situasi keuangan dirinya. Dengan melihat setiap keputusan finansial sebagai bagian dari suatu keseluruhan, seseorang dapat mempertimbangkan efek jangka pendek dan jangka panjang atas tujuan-tujuan hidupnya.

Pada akhirnya nanti, seseorang berharap bisa mencapai tujuan akhir dari perencanaan keuangan yaitu kebebasan finansial (financial freedom), yang dapat diartikan bebas dari utang, tersedianya arus penghasilan dari investasi yang telah dilakukannya, dan diri terproteksi secara finansial dari risiko apapun yang mungkin terjadi.
 
Dalam menyusun perencanaan keuangan, seseorang akan dipengaruhi oleh kondisi (live event) yang sedang dialaminya sehingga dengan demikian perencanaan keuangan akan bersifat spesifik. Perencanaan keuangan juga merupakan suatu proses yang berkesinambungan dan bersifat dinamis. Pada suatu saat, rencana tersebut dapat memerlukan penyesuaian.
 
Adapun beberapa kondisi atau kejadian yang dapat mempengaruhi perencanaan keuangan seseorang, pertama status perkawinannya (belum menikah atau sudah menikah). Kedua, kondisi pekerjaan (sudah memiliki pekerjaan tetap atau belum). Ketiga, usianya (umur yang semakin bertambah).
 
Keempat, kondisi keluarganya (jumlah anggota keluarga yang manjadi tanggungan). Kelima, kondisi perekonomian nasional (kemudahan dalam mencari pekerjaan dan penghasilan). Keenam, tingkat pendidikannya (tingkat pendidikan mempengaruhi penghasilan). Ketujuh, kondisi kesehatannya (mempengaruhi biaya dan kelangsungan dari pendapatan).
 
Untuk diketahui bahwa perubahan pada salah satu atau beberapa kondisi di atas dapat memengaruhi perencanaan keuangan yang sudah dibuat seseorang atau keluarga. Sehingga seringkali perencanaan keuangan seseorang harus disusun kembali (bersifat dinamis).
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan