Presiden Jokowi saat bertemu dengan CEO POSCO di Korea, Senin, 16 Mei. (FOTO: Dokumentasi Humas Setkab)
Presiden Jokowi saat bertemu dengan CEO POSCO di Korea, Senin, 16 Mei. (FOTO: Dokumentasi Humas Setkab)

POSCO Jajaki Kerja Sama Produksi 10 Juta Ton Baja dengan Indonesia

Ade Hapsari Lestarini • 17 Mei 2016 09:57
medcom.id, Jakarta: Perusahaan asal Korea Selatan, POSCO, sedang membahas kerja sama produksi 10 juta ton steel cluster (baja) dengan Indonesia melalui PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Kedua perusahaan ini diketahui sudah melakukan kerja sama dalam kurun waktu yang lama, serta terkait rencana ekspansi POSCO melalui MoU dengan Krakatau Steel pada 12 Mei 2016.
 
"Saya yakin rencana ekspansi POSCO akan berjalan lancar dan mendorong pembentukan industri baja terintegrasi dari hulu sampai hilir," ujar Presiden Joko Widodo, saat bertemu CEO POSCO, Kwon Ohjoon, dalam kunjungan kerjanya ke Korsel, seperti dikutip dari laman Setkab, Selasa (17/5/2016).
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menambahkan, inti kerja sama Krakatau Steel dengan POSCO untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor baja karena lebih dari 50 persen baja sejauh ini masih diimpor.

"Dan kalau kita masih terus tergantung pada baja impor maka ini akan mengganggu proses atau akselerasi industrialisasi Indonesia," tegas Menlu.
 
Senada, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyatakan jika banyak hal yang bisa dihasilkan dari kerja sama kedua belah pihak. Salah satunya yakni menekan angka harga impor, meningkatkan industri, serta Indonesia sudah bisa masuk ke produk yang lebih premium.
 
"Kerja sama dengan POSCO itu merupakan G-to-G (Government to Government) level sebetulnya, dari Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Korea pada tahun sekitar 2013-2021. Memang setelah yang pertama ini tiga juta ton, memang pada saat mau naik ke 10 juta ton ini memang ada banyak kondisi yang menjadi boleh dikatakan stuk bahkan merugi," tambah dia.
 
Franky menambahkan, dengan membaiknya harga baja kemudian berkurangnya suplai dari Tiongkok, menjadi salah satu potensi di mana Krakatau POSCO akan mulai mencapai targetnya sebesar 10 juta ton.
 
"Jadi tadi yang disampaikan oleh Bu Menlu bahwa kerja sama sekarang sudah lebih firm dan diharapkan tahun ini, mungkin sekitar Agustus, harapannya sudah groundbreaking untuk perluasan yang kedua. Dan diharapkan sampai dengan 2019, sudah bisa memproduksi sekitar 6 juta ton, 5-6 juta ton," beber Franky.
 
POSCO merupakan salah satu perusahaan pembuat baja terbesar di dunia yang berkedudukan pusat di Korea Selatan. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menlu Retno Marsudi, Mendag Thomas Lembong, Kepala BKPM Franky Sibarani, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, dan Ketua KEIN Sutrisno Bachir.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan