Illustrasi. MI/RAMDANI.
Illustrasi. MI/RAMDANI.

APPI Berharap Laju Bisnis Multifinance Membaik di Semester II-2016

Ekonomi multifinance
Angga Bratadharma • 21 Juli 2016 20:33
medcom.id, Jakarta: Asosiasi Perusahaan Pembiayaan (APPI) mencatat piutang pembiayaan masih mengalami penurunan sebanyak 0,62 persen sampai dengan Mei 2016. APPI berharap situasi dan kondisi di semester II-2016 bisa lebih baik dibandingkan dengan kinerja industri perusahaan pembiayaan (multifinance) di semester I-2016.
 
"Piutang perusahaan pembiayaan turun 0,62 persen, laba perusahaan pembiayaan turun 7,7 persen, dan aset perusahaan pembiayaan turun sebanyak 0,23 persen," kata Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno, usai halal bi halal, di Graha Niaga, Jakarta, Kamis (21/7/2016).
 
Meski di periode itu kinerja industri perusahaan pembiayaan tidak positif, namun Suwandi berharap situasi dan kondisi di semester II-2016 akan berbeda. Diharapkan adanya perbaikan ekonomi dan adanya dana repatriasi akan mendukung pertumbuhan positif bagi perusahaan pembiayaan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kendati demikian, dirinya menyambut baik di saat Lebaran penyaluran pembiayaan mengalami kenaikan. Bahkan, penyaluran pembiayaan untuk kendaraan mobil mengalami kenaikan sekitar 20 persen sampai dengan 25 persen. Sedangkan penyaluran pembiayaan di kendaraan bermotor naik sekitar 25 persen hingga 30 persen.
 
"Lebaran tahun ini penyaluran pembiayaan lebih tinggi. Tapi jangan ditanya kalau habis Lebaran, karena Lebaran tahun ini liburnya panjang, pasti (penyaluran pembiayaan untuk motor dan mobil) turun. Namun, meski di Juni bersamaan anak masuk sekolah tapi pembiayaan meningkat," jelas Suwandi.
 
Sementara itu, Wakil Ketua Umum APPI Jodjana Jody menambahkan, APPI tidak menampik penyaluran pembiayaan di roda dua dan roda empat terbilang flat sampai sekarang ini. Namun, diperkirakan kondisi itu akan lebih baik di semester II-2016 seiring adanya beberapa stimulus.
 
"Pengalaman saya di semester II kalau pasar bergairah ada tiga faktor. Pertama, suku bunga. Kedua, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Ketiga, ada atau tidaknya modal baru," ungkapnya,
 
Menurutnya ada kemungkinan tingkat suku bunga akan dipangkas lebih rendah lagi. Selain itu, diprediksi pertumbuhan PDB akan sekitar lima persen di 2016 ini. Tidak hanya itu, diperkirakan akan ada modal baru. Hal-hal itu diperkirakan membuat pasar kembali bergairah.
 
"Semester I-2016 (pertumbuhan) flat. Semester II-2016 naik tapi memang tidak luar biasa. Apalagi, harga komoditas belum membaik dan anggota kita yang main di situ memang susah tumbuh dua digit. Tapi, prediksi kita (pertumbuhan industri perusahaan pembiayaan) 5-10 persen adalah skenario terbaik," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif