Ilustrasi plastik impor. Foto : MI/RAMDANI.
Ilustrasi plastik impor. Foto : MI/RAMDANI.

Bea Cukai Telah Kembalikan Sampah Plastik Impor

Ekonomi Impor Sampah Plastik
Eko Nordiansyah • 20 November 2019 16:29
Jakarta: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan memperketat pengawasan impor sampah plastik yang masuk ke Indonesia. Bahkan DJBC telah melakukan ekspor kembali (reekspor) sebanyak 374 kontainer impor sampah plastik yang terkontaminasi bahan beracun dan berbahaya (B3).
 
"Per 30 September 2019, 374 kontainer sudah direekspor dan 210 lainnya sedang menunggu dikembalikan," kata Kasubdit Komunikasi dan Publikasi DJBC Deni Surjantoro kepada Medcom.id ditemui di Kantor Pusat DJBC, Jakarta Timur, Rabu, 20 November 2019.
 
Data DJBC menyebutkan, ada 584 kontainer sampah impor yang tercampur B3. Total kontainer tersebut berasal dari Pelabuhan Tanjung Perak sebanyak 257 kontainer, Tanjung Priok dua kontainer, Tangerang 144 kontainer, dan Batam 181 kontainer.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Secara keseluruhan, ada 2.194 kontainer sampah impor yang masuk ke Indonesia sampai 30 Oktober 2019. Selain yang telah tercampur B3, ada 536 kontainer sampah impor yang dinyatakan bersih, 10 kontainer masih diproses, 1.064 kontainer yang belum mengajukan dokumen sehingga belum bisa diproses oleh Bea Cukai.
 
Sementara terkait penggunaan sampah plastik sebagai bahan bakar di industri tahu di Sidoarjo, Jawa Timur, Deni menyarankan adanya penyisiran lebih lanjut. Pasalnya menurut data dari Bea Cukai, seluruh limbah impor mengandung B3 yang masuk ke Jawa Timur telah dikembalikan ke negara asalnya.
 
"Dari data kita, 257 kontainer limbah impor tercampur B3 yang masuk lewat Tanjung Perak itu sudah dikembalikan (direekspor). Sehingga kita perlu lihat lagi, apakah memang itu yang digunakan limbah impor atau justru limbah dari domestik," jelas dia.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif