Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah). (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah). (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

BI Jamin Likuiditas bagi Perbankan Mencukupi

Ekonomi bank indonesia kssk
Eko Nordiansyah • 30 Juli 2019 17:51
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menjamin likuiditas bagi perbankan mencukupi. Apalagi bank sentral telah mengambil sejumlah langkah demi mengatasi masalah likuiditas yang dinilai perbankan dalam kondisi ketat.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan ada tiga langkah yang diambil BI demi menjamin likuiditas. Pertama, operasi moneter yang memudahkan bank untuk mendapatkan dana atau menyalurkan dana bagi bank yang kelebihan likuiditas.
 
"Bank-bank yang sulit likuiditas bisa ke pasar atau ke BI dengan repo. Misalnya year to date (ytd) kami sudah ekspansi Rp99,97 triliun. Ini bagi bank-bank yang alami kesulitan likuiditas bisa ke BI dengan term repo," kata dia dalam konferensi pers KSSK, di Gedung Sjafruddin Prawiranegara BI, Jakarta Pusat, Selasa, 30 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, jadwal operasi moneter sudah disampaikan untuk enam bulan ke depan. Dengan demikian, bank bisa mengetahui jadwal lelang operasi moneter, sehingga BI bisa melakukan sirkulasi bagi bank yang kelebihan atau kekurangan likuiditas.
 
Selain itu, BI telah menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 50 basis poin (bps) dua bulan lalu. Penurunan GWM menambah likuditas perbankan sebesar Rp26 triliun.
 
"Bulan ini kami turunkan suku bunga dan mudahkan bank untuk likuiditas. Ini kami lakukan terkoordinasi BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Kami ingin bank-bank salurkan kredit ke sektor rill," jelas dia.
 
Ketiga, BI berharap transmisi kebijakan moneter ke suku bunga perbankan bisa dipercepat. Hal ini dilakukan dengan sinergi antar kementerian/lembaga yang ada dalam KSSK.
 
"Menambahkan Pak Wimboh (Ketua Dewan Komisioner OJK) dari tahun lalu sampai sekarang suku bunga kredit tidak naik tapi turun meski tahun lalu kami naikkan (bunga acuan) 175 bps. Inilah hasil sinergi yang erat antara BI, OJK, LPS, dan Kementerian Keuangan dalam KSSK," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif