Co-founder Tokomodal Chris Antonius mengatakan status sebagai fintech P2P lending berizin OJK sejak Mei tahun ini. Dia yakin status ini membuat Tokomodal makin percaya diri untuk menjalankan bisnis pinjam meminjam yang membantu pengusaha UMKM pemilik toko yang tergabung dalam Outlet Binaan Alfamart (OBA).
"Saat ini banyak OBA yang masih kesulitan untuk mengembangkan usahanya karena keterbatasan modal. Tokomodal berharap bisa membantu mengatasi masalah tersebut," ujar Chris dalam keterangannya, Jakarta, Rabu, 18 September 2019.
Soal peluang penetrasi, ia pun menilai masih sangat besar. Pasalnya, jumlah OBA saat ini mencapai sekitar 40 ribu warung. Dari jumlah ini, baru sekitar 10 ribu OBA yang sudah menjadi peminjam di Tokomodal
"Sampai akhir tahun ini kami targetkan bisa melayani 20 ribu OBA. Di sisi lain, kami yakin jumlah OBA juga akan terus bertambah," ucap Chris.
Optimismenya pun terdorong berkat jumlah transaksi di Tokomodal yang kian ramai. Rata-rata ada seratus ribu transaksi pinjaman OBA di platform Tokomodal per kuartalnya.
Sementara, nilai pinjaman yang sudah dialirkan Tokomodal ke pemilik warung OBA hingga kuartal kedua tahun ini menyentuh Rp150 miliar. Besaran bunga yang diberikan kepada peminjam hanya 0,5 persen per minggu.
"Selama promosi jika mereka bisa bayar di bawah tujuh hari, bunganya nol persen. Mereka juga tidak dikenakan biaya administrasi," katanya.
Chris mengklaim pihaknya bisa mencetak tingkat keberhasilan pengembalian pada hari ke-90 (TKB 90) sempurna di angka 100 persen. Hal ini didukung oleh mitigasi risiko yang ketat sedari awal OBA mengajukan pinjaman.
"Kami juga berkerja sama dengan Alfamikro untuk melakukan survei ke warung tersebut untuk memastikan warung tersebut memang layak (mendapatkan pinjaman)," ungkapnya.
Presiden Direktur Tokomodal, Aidil Fathany menambahkan untuk saat ini pihaknya masih berfokus untuk menggarap kalangan OBA dalam menyalurkan pinjaman. "Kami fokus membantu OBA untuk menaikkan daya saing mereka," kata dia.
Selain memberikan kemudahan untuk mendapatkan pendanaan, Aidil bilang, pihaknya juga bekerja sama dengan Alfamikro untuk meningkatkan kemampuan para pemilik warung, seperti pelatihan manajemen keuangan dan pengelolaan stok barang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News