Jenis sapi tersebut dapat dikatakan sebagai jenis baru di Indonesia dan diharapkan dapat menjadi bibit unggul bagi pemenuhan kebutuhan daging nasional di masa mendatang.
"Ini sapi baru tiga hari datang. Ini juga diajari Menteri Pertanian. Ini baru tiga. Biar coba, tapi tadi ditanya sapinya katanya senang. Oke, berarti tambah lagi," ujar Presiden, seperti dikutip dalam keterangan tertulis yang dirilis Kementan, Jumat, 2 Agustus 2019.
Presiden Jokowi dan Ibu Negara menyambangi daerah tersebut guna meninjau pengembangan peternakan dan pertanian.
Sapi belgian blue memiliki bobot 1,5 ton apabila diternakkan dengan baik. Oleh karena itu, jika proyek percontohan di Desa Parsingguran ini berhasil, proyek-proyek serupa akan turut dikembangkan di daerah lainnya.
"Dibesarkan dulu, nanti kalau betul-betul produktif, bisa menjadi contoh. Tinggal kopi ke tempat lain gampang. Karena di Humbang Hasundutan mungkin dikembangkan lagi, di Karo dikembangkan lagi, di Tapanuli Utara kembangkan lagi," tambah Presiden.
Pengembangan Sentra Bawang Putih
Pada kunjungan ini Presiden Jokowi dan rombongan juga meninjau lahan pertanian yang juga dikembangkan di desa tersebut. Yakni budidaya bawang putih yang dikembangkan Kementan pada akhir 2018 lalu.
Budidaya bawang putih yang dilakukan saat itu mampu menghasilkan lebih kurang 16,4 ton per hektare (ha). Dengan hasil tersebut diharapkan budidaya bawang putih dapat dikembangkan lebih serius di desa tersebut.
"Kita harapkan paling tidak bawang putih, tidak usah untuk suplai nasional, tapi untuk suplai Provinsi Sumatera Utara saja itu sudah mengurangi impor banyak sekali," ucap Jokowi.
Hasil komoditas budidaya lainnya yang juga sempat dicicipi oleh Presiden dari desa tersebut adalah jeruk yang baru saja dipanen. "Tadi saya coba jeruk, segar banget rasanya karena memang udaranya cocok, tanahnya cocok," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News