Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. FOTO: MI/SUSANTO
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. FOTO: MI/SUSANTO

Mendag RI Bakal Hadir di World Economic Forum 2020

Ekonomi forum ekonomi dunia
Ilham wibowo • 21 Januari 2020 11:29
Davos: Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia (RI) Agus Suparmanto bertolak ke Davos, Swiss, untuk menghadiri pertemuan tahunan World Economy Forum (WEF) yang ke-50 pada 21-24 Januari 2020. Kunjungan kerja ini merupakan langkah meningkatkan kerja sama perdagangan Indonesia dengan dunia usaha global.
 
“Kunjungan kerja ke WEF 2020 ini adalah salah satu upaya kita untuk meningkatkan kerja sama perdagangan Indonesia, tidak hanya dengan mitra kerja pemerintah, tetapi juga dengan dunia usaha global," ujar Mendag Agus, melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 21 Januari 2020.
 
WEF 2020 mengangkat tema 'Stakeholders for a Cohesive and Sustainable World' dan akan menghadirkan 761 pembicara terkemuka di bidang ekonomi, kesehatan, lingkungan hidup, dan geopolitik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada kunjungan kerja kali ini, Agus dijadwalkan menghadiri beberapa pertemuan tingkat menteri yakni pertemuan informal tingkat menteri WTO (PITM), pertemuan menteri Cairns Group, pertemuan terbatas tingkat menteri yang membahas tentang niaga elektronik, pertemuan terbatas tingkat menteri membahas tentang investasi dan beberapa pertemuan bilateral lainnya.
 
Selain menghadiri WEF, Indonesia bersama dengan anggota World Trade Organization (WTO) lainnya juga sepakat bertemu membicarakan persiapan Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-12 di Nur-Sultan, Kazakhstan Juni 2020 mendatang.
 
"Indonesia siap mengawal misi penyelesaian isu-isu WTO yang masih tertunda dan menjadi kepentingan nasional Indonesia,” ungkap Agus.
 
Beberapa isu tertunda WTO yang menjadi prioritas utama Indonesia adalah isu pertanian terkait cadangan pangan untuk ketahanan pangan dan mekanisme pengamanan khusus (special safeguard mechanism/SSM). Pembahasan lainya berkaitan masalah perikanan terkait subsidi perikanan, niaga elektronik, dan fasilitasi investasi.
 
"Kemudian isu hak kekayaan intelektual (HKI) nonviolation and situation complain, penyelesaian badan banding (appellate bodies) WTO dan isu perlakuan khusus dan berbeda atau special and deferential treatment," tuturnya.
 
Adapun World Economic Forum (WEF) adalah organisasi nonprofit kerja sama pemerintah dan swasta yang didirikan di Jenewa 1971 oleh Klaus M. Schwab, seorang profesor bisnis di Swiss. Kegiatan ini mempertemukan para pemimpin dunia di berbagai bidang untuk mendiskusikan isu-isu ekonomi, kesehatan, lingkungan, perubahan iklim, energi, dan lain-lain.
 
Gelaran WEF dihadiri oleh sejumlah pemimpin dunia baik dari pemerintahan, pelaku usaha, akademisi, praktisi ekonomi, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif