Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Darmin: KUR Petani Garam Masih Salah Paham

Ekonomi kur
Ilham wibowo • 24 Mei 2019 21:33
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku meluruskan pemahaman yang keliru ihwal pengajuan Kredit usaha rakyat (KUR) bagi petani garam. Sektor produktif dipastikan akan terus didorong guna mendukung program swasembada garam nasional.
 
"Kemarin ke Pamekasan ternyata ada salah paham karena dulu selalu dianggap garam itu hasil tambang, enggak tau apa asal mulanya hasil tambang itu enggak dapat KUR," kata Darmin usai menghadiri sebuah forum ekonomi di Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Mei 2019.
 
Program KUR Garam Rakyat saat ini telah disalurkan Pemerintah ke berbagai daerah potensial. Akses pembiayaan yang mudah diharapkan terus mendorong petani garam meningkat kualitas dan jumlah produksi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain di Pamekasan, KUR Garam Rakyat juga telah disalurkan di lima daerah lainnya yakni Indramayu, Rembang, Jeneponto, Bima, dan Kupang. Anggaran yang dikucurkan sebesar Rp68,8 miliar dengan alokasi 2.384 debitur.
 
"Kasihan juga dikira KUR tidak boleh untuk garam gara-gara sektor pertambangan," ungkapnya.
 
Darmin menegaskan seluruh pelaku usaha yang serius menggarap lahan produksi garam boleh mendapatkan program KUR. Ia juga mendorong agar bank penyalur lain tidak memberatkan debitur dengan memberikan tenor pinjaman yang mudah dan sesuai dengan siklus keuangan petani garam.
 
"Saya rumuskan KUR itu bukan tambang, pokoknya usaha mikro yang kecil dan produktif sektor apapun boleh (mengajukan)," tegas mantan Gubernur Bank Indonesia ini.
 
Lebih lanjut, produksi garam dalam negeri juga tengah dikembangkan dengan penerapan teknologi pengolahan yang lebih efisien. Darmin menyakini kualitas garam lokal yang bersih itu bisa diserap industri pada saatnya.
 
"Artinya kalau nanti itu belum bisa untuk industri makanan dan minuman, untuk sebagian makanan biasa yang lain itu sangat bisa," ujarnya.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif