Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)
Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)

Harga Tiket Mahal, Ratusan Penerbangan ke Destinasi Wisata Dibatalkan

Ekonomi pariwisata Tarif Tiket Pesawat
Desi Angriani • 18 Maret 2019 18:12
Jakarta: Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut ratusan penerbangan ke sejumlah destinasi wisata di dalam negeri dibatalkan. Hal ini imbas dari mahalnya harga tiket pesawat ke sejumlah rute domestik sejak beberapa bulan terakhir.
 
"Pengaruh banget, tapi saya tidak tahu tepatnya, puluhan bahkan ratusan penerbangan canceled gara-gara mahalnya tiket," kata Arief saat ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin, 18 Maret 2019.
 
Gejolak harga tiket pesawat, lanjutnya, juga memengaruhi penurunan jumlah wisatawan domestik. Misalnya okupansi hotel di Lombok turun drastis hingga 20 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Turun lagi okupansi di lombok. Dari tadinya sudah 50 persen drop jadi 30 persen," imbuh dia.
 
Arief mengaku tak heran jika wisatawan domestik lebih memilih berlibur ke luar negeri lantaran harga tiket dalam negeri jauh lebih mahal. Tiket tujuan Surabaya-Malaysia misalnya terpaut Rp1 juta daripada Surabaya-Aceh.
 
"Kalau domestik kan direct memengaruhi, seberapa besar jumlahnya. Saya tidak tahu," ungkapnya.
 
Namun demikian, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tidak berdampak secara langsung. Mayoritas mereka memilih penerbangan langsung ke destinasi wisata tujuan seperti Bali, NTT, Yogkarta dan Lombok. Kecuali bagi wisman yang hendak plesiran ke berbagai kota sehingga harus memesan tiket penerbangan domestik.
 
"Itu untuk wisman terutama tidak terpengaruh langsung tapi terpengaruh secara tidak langsung karena sebagian wisman itu bisa melakukan perjalanan lebih dari dua kali misal dari Bali terus lanjut ke Bandung atau Padang," pungkas dia.
 
Pengamat Penerbangan Arista sebelumnya menilai tarif tiket penerbangan bakal sulit turun meski harga bahan bakar pesawat atau avtur mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan maskapai masih mengoreksi kinerja keuangan yang memburuk dua tahun terakhir.
 
Menurunkan harga tiket pesawat saat ini sama dengan bunuh diri. "Enggak mungkin kembali ke tarif batas bawah. Itu sama saja bunuh diri karena banyak maskapai cenderung bangkrut," ujar Arista saat dihubungi Medcom.id.
 
Menurutnya maskapai bakal terus bermain dalam kisaran harga menengah hingga batas atas. Terbukti saat low season pada Januari hingga Maret, kenaikan harga tiket pesawat di sejumlah rute domestik masih terpaut 130 persen.
 
"Walau low season maskapai LCC, Lion Grup, Air Asia juga tidak menurunkan, main di level menengah," imbuh dia.
 
Berdasarkan harga tiket yang terpampang di aplikasi penyedia jasa penjualan tiket transportasi pekan ini, tarif maskapai berbiaya murah atau low-cost carrier (LCC) masih berada di rentang kenaikan 80-100 persen untuk semua rute gemuk.
 
Contohnya, tarif rute Jakarta-Surabaya masih berada di harga Rp800 ribu-Rp1,3 juta, rute Jakarta-Yogyakarta masih di harga Rp600 ribu, rute Jakarta-Padang rata-rata Rp1,2 juta. Begitu pula dengan rute Jakarta-Medan turun rata-rata hanya 20 persen mejadi Rp1,3 juta. Rute Jakarta-Batam dan Jakarta-Pekanbaru hanya juga turun 20 persen tapi masih berada di rentang Rp900 ribu sampai Rp1,1 juta, sedangkan rute Jakarta-Aceh masih mahal di angka Rp1,7 juta.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif