Ilustrasi (MI/Sumaryanto)
Ilustrasi (MI/Sumaryanto)

Lion Air Targetkan 10% Pendapatan dari Bagasi Berbayar

Ekonomi pesawat penerbangan lion air
Nia Deviyana • 30 Januari 2019 07:23
Jakarta: Maskapai Lion Air menargetkan bisa menambah pendapatan dari kebijakan bagasi berbayar yang nantinya diharapkan bisa memperkuat struktur permodalan dan mempermudah ekspansi di masa mendatang. Adapun kebijakan ini telah berlaku sejak 22 Januari 2019.
 
"Harapannya bisa menambah 10 persen dari non-tiket," ujar Managing Director of Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro, usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi V DPR RI, Selasa malam, 29 Januari 2019.
 
Daniel menambahkan pihaknya terus memantau dan melakukan evaluasi kebijakan tersebut guna memastikan tidak ada kendala di lapangan. "Kita masih proses pembelajaran dan selama satu minggu berjalan ini kita terus edukasi penumpang, masyarakat, bahkan pegawai kami untuk menjalankan SOP yang sudah didaftarkan," tambah dia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak diberlakukan tarif pada bagasi, penumpang hanya mendapatkan fasilitas gratis untuk bagasi kabin maksimal tujuh kg dan satu barang pribadi seperti tas laptop, tas jinjing, dan sejenisnya. Ketentuan maksimum ukuran dimensi bagasi kabin yakni 40 cm x 30 cm x 20 cm.
 
Terkait daftar harga bagasi (pre-paid baggage), struktur harga Lion Air dan Wings Air bervariasi berdasarkan rute dan jam penerbangan (flight hours). Untuk kapasitas (berat), disesuaikan kebutuhan pelanggan. Lion Air dan Wings air mengimbau calon penumpang untuk menghubungi kantor perwakilan Lion Air Group terkait harga prepaid baggage.
 
Bagi pelanggan yang akan membawa bagasi, dapat membeli pada saat dan setelah beli tiket, dengan maksimum sebelum enam jam sebelum keberangkatan melalui agen travel, website resmi, dan kantor perwakilan Lion Air Group.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif