Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (FOTO: dokumentasi OJK)
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (FOTO: dokumentasi OJK)

Perbankan Diminta Tidak Respons Penaikan Suku Bunga Acuan

Ekonomi perbankan bank indonesia bi rate suku bunga repo
Annisa ayu artanti • 02 Januari 2019 13:50
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada industri perbankan di Indonesia untuk tidak merespons penaikan suku bunga acuan yang dilakukan the Fed dan diikuti oleh penaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI). Hal itu penting guna meredam volatilitas yang terjadi di pasar keuangan di Tanah Air.
 
Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Wimboh Santoso menilai tekanan suku bunga yang dilakukan kedua bank sentral tersebut bisa dikatakan tidak berat. Adapun langkah moneter dengan menaikkan suku bunga acuan dimaksud diharapkan memasuki masa normal di 2019, meski ada rencana dari the Fed yang kembali berencana menaikkan suku bunga sebanyak dua kali.
 
"Bank-bank (di Indonesia) sudah kita bilang ini hanya sementara dan jangan sampai volatilitas. Jangan terlalu merespons. Daripada merespons nanti menjadi membingungkan sinyalnya kepada masyarakat," kata Wimboh, ketika ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya industri perbankan perlu mencermati dengan baik mengenai kebijakan penaikan suku bunga acuan. Apalagi, ada peluang untuk BI 7 Days Reverse Repo Rate kembali turun sejalan dengan situasi dan kondisi perekonomian, baik adanya faktor dari dalam negeri maupun luar negeri.
 
"Pasti ada (suku bunga acuan dari BI turun). Suku bunga acuan BI itu akan menjadi normal pada situasi sudah normal. Karena the Fed ada penaikan suku bunga dua kali lagi maka kita tunggu. Kalau the Fed menaikkan suku bunga lagi sesudah itu akan normal. Ini hanya untuk merespons kepercayaan diri di portofolio investasi saja," tuturnya.
 
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, tren penyesuaian suku bunga acuan oleh bank sentral di 2019 akan jauh lebih stabil dibandingkan dengan di 2018. Ia memprediksi Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan atau BI 7 Days Repo Rate sebanyak dua kali di 2019.
 
"Suku bunga acuan tadi, kalau the Fed melambatkan peningkatan suku bunganya maka ruang untuk meningkatkan (suku bunga acuan dari) BI juga mungkin 1-2 kali di tahun ini," pungkas Tiko.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif