Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Medcom/Husen M.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Medcom/Husen M.

Menteri Basuki Pamer Aplikasi Konstruksi di PUPR 4.0 Expo

Ekonomi infrastruktur kementerian pekerjaan umum
Husen Miftahudin • 11 Februari 2019 19:04
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar PUPR 4.0 Expo. Diselenggarakan di Lobby Gedung Utama Kementerian PUPR pada 11 Februari hingga 15 Maret 2019, PUPR 4.0 Expo memperlihatkan produk dan inovasi layanan berbasis internet yang dimiliki direktorat jenderal dan unit organisasi di Kementerian PUPR.
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengakui, pembangunan infrastruktur harus terus berinovasi sejalan dengan pengembangan Revolusi Industri 4.0. Dalam hal ini, teknologi informasi dan komunikasi harus dimanfaatkan sepenuhnya guna mencapai efisiensi dan mendorong kualitas produk yang lebih baik.
 
"Kementerian PUPR juga terus berbenah pada proses bisnis sesuai tuntutan Industri 4.0 dengan penekanan pada efisiensi, penurunan biaya produksi, dan perbaikan proses produksi," ujar Basuki dalam pembukaan acara PUPR 4.0 Expo di Lobby Gedung Utama Kementerian PUPR, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 11 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam bidang konstruksi, jelas Basuki, teknologi internet dimanfaatkan untuk mengetahui material dan peralatan apa saja yang terdapat di suatu daerah. Beberapa pemanfaatan teknologi internet untuk pembangunan di Kementerian PUPR yang telah dikembangkan seperti Jalan Kita.
 
"Aplikasi berbasis ponsel ini untuk memfasilitasi partisipasi masyarakat pengguna jalan dalam memberikan informasi terkait kondisi jalan dan jembatan di Indonesia," ungkapnya.
 
Ada pula aplikasi Drought and Flood Early Warning System, Sistem Informasi dan Data Base Online Rencana Induk Pengembangan Infrastruktur (SIBAS RIPI), hingga E-Rekomtek, yang memberikan percepatan dan penyederhanaan perizinan investasi dalam bidang Sumber Daya Air (SDA).
 
Kementerian PUPR juga telah mengadopsi Building Information Modelling (BIM) oleh seluruh pemangku kepentingan pada 2017. BIM merupakan representasi digital dari karakteristik fisik dan karakter fungsional dari suatu bangunan.
 
"Di dalamnya terkandung semua informasi mengenai elemen-elemen bangunan tersebut yang digunakan sebagai basis pengambilan keputusan dalam kurun waktu siklus umur bangunan, mulai dari konsep hingga demolisi," papar Basuki.
 
Pada 2019, Kementerian PUPR juga menyiapkan digitalisasi perizinan atau e-submission. Digitalisasi juga akan diterapkan pada proses pengadaan (e-procurement), monitoring dan pengawasan (e-monitoring & e-supervisi), serta pasar digital sektor konstruksi (library data).
 
"Dalam mendukung pelaksanaannya diperlukan beberapa action plan. Di antaranya persiapan infrastruktur (software dan hardware) dan persiapan SDM (humanware), baik ASN PUPR, maupun para penyedia jasa," tutup Basuki.
 
Hingga saat ini, Kementerian PUPR sudah mempunyai lebih dari 100 aplikasi atau sistem informasi yang mendukung layanan perizinan, perencanaan, monitoring, geography information system, dan sistem lainnya sebagai dukungan pembangunan infrastruktur maupun layanan yang bersifat internal seperti kepegawaian, hingga tata persuratan.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi