Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. Medcom/Ilham Wibowo.
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. Medcom/Ilham Wibowo.

Mendag Dorong Penggunaan Produk Lokal

Ekonomi produk dalam negeri Berita Kemendag
Husen Miftahudin • 16 Desember 2018 16:38
Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengajak masyarakat memperkuat komitmen untuk menggunakan produk-produk Indonesia. Penggunaan produk dalam negeri diyakini memberi andil bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

"Tingkat konsumsi produk dalam negeri yang besar memberikan keuntungan bagi produsen-produsen nasional melalui penyerapan produk-produk yang dihasilkannya sehingga dapat menjamin pendapatan pekerja-pekerja lokal, serta membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas," ujar Enggar di Jakarta, Minggu, 16 Desember 2018.

Menurut Enggar, populasi penduduk Indonesia yang besar jadi potensi sekaligus tantangan bagi perekonomian nasional. Di samping itu, pertumbuhan ekonomi nasional akan terjamin jika konsumen lebih memilih menggunakan barang produksi dalam negeri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Salah satu kampanye penggunaan produk dalam negeri dilakukan dengan meluncurkan jingle 'Aku Cinta Indonesia' dan laman www.portal-indonesia.id. Kata Enggar, peningkatan penggunaan produk dalam negeri harus diiringi penguatan jiwa patriotisme agar lebih bangga menggunakan produk-produk Indonesia. "Penguatan patriotisme penting untuk mengantisipasi serbuan impor barang konsumsi sebagai dampak implementasi perdagangan bebas yang tidak dapat dihindari di era globalisasi saat ini," ungkapnya.

Sementara, portal produk Indonesia diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi setiap pelaku usaha untuk dapat memasuki global value chain (GVC). Dengan tersedianya sumber-sumber informasi terkait produk, maka setiap pelaku usaha memiliki pilihan untuk memanfaatkan bahan baku/bahan penolong untuk membuat suatu produk yang mempunyai nilai tambah.

"Portal ini diharapkan dapat menekan biaya promosi atas produk-produk yang baru diluncurkan pelaku usaha. Dengan portal ini, jangkauan promosi juga tidak terbatas di seantero Indonesia, tetapi juga menjangkau secara global," tegas Enggar.

Kampanye Cinta Produk Indonesia dihelat Kemendag bekerja sama dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI). Ketua Bidang Perdagangan DPP IWAPI Nana Krit Cidharat mengakui kampanye ini bertujuan untuk menggaungkan kecintaan masyarakat terhadap produk-produk dalam negeri.

"Dengan begitu, masyarakat selalu memakai produk Indonesia di setiap kesempatan sehingga mengoptimalkan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN)," beber dia.

Nana melanjutkan, Kampanye Pakai Produk Indonesia juga melakukan aksi tanda tangan pada kain sepanjang 15 meter. IWAPI juga akan memberikan contoh kepada masyarakat dengan cara selalu memakai produk Indonesia. Karena dengan memakai produk Indonesia, kita membantu pemerintah memutar roda perekonomian.

Ketua Umum IWAPI Nita Yudi menambahkan, kecintaan dan kebanggaan terhadap produk-produk dalam negeri memiliki arti penting bagi perekonomian bangsa, pertumbuhan industri nasional, kapasitas produksi, serta memperluas lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.

Namun menurutnya, upaya peningkatan penggunaan produk dalam negeri dibayangi tingginya serbuan barang-barang impor. Hal ini sebagai dampak implementasi berbagai perjanjian perdagangan bebas.

"Populasi Indonesia yang sangat besar merupakan sebuah potensi sekaligus tantangan bagi perekonomian bangsa. Hal ini tidak hanya merepresentasikan besarnya potensi konsumsi di dalam negeri, namun juga kebutuhan akan lapangan pekerjaan yang juga sangat besar," kata dia.

Nita bilang, tingkat konsumsi masyarakat yang besar harus membantu memberikan keuntungan bagi produsen-produsen dalam negeri melalui penyerapan produk-produk yang dihasilkan. Dengan demikian, kelangsungan usaha dan potensi pengembangan usaha akan tetap terjamin yang pada akhirnya akan menyelamatkan pendapatan pekerja-pekerja lokal serta membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi angkatan kerja di Indonesia.

 


(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi