Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)

Bisnis Startup Indonesia Semakin Berkilau

Ekonomi startup geliat e-commerce ekonomi digital Unicorn
Desi Angriani • 22 Februari 2019 18:21
Jakarta: Perkembangan bisnis startup di Indonesia semakin berkilau alias tumbuh pesat. Sebab, setiap tahunnya ada puluhan perusahaan startup baru yang bermunculan. Hal ini didukung oleh pangsa pasar yang besar dan potensi pengguna internet di Indonesia yang mencapai 170 juta jiwa.
 
Di samping itu, daya beli masyarakat juga meningkat seiring dengan naiknya pendapatan perkapita yang turut mempengaruhi perkembangan industri digital.
 
Pengamat ekonomi digital Heru Sutadi mengatakan jumlah startup unicorn di Indonesia akan terus bertambah seiring dengan program 1.000 startup yang dicetuskan pemerintah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Akan tetapi program tersebut harus dibarengi dengan ekosistem pendukung maupun regulasi yang mampu mendorong pertumbuhan bisnis startup.
 
“Cuman perlu ekosistem dan dukungan terutama dari pemerintahnya, infrastruktur, regulasi yang mendukung,” katanya saat dihubungi Medcom,id pada Jumat 22 Februari 2019.
 
Ia mengakui pesatnya perkembangan ekonomi digital telah mengantarkan empat perusahaan startup Indonesia masuk dalam jajaran unicorn Asia Tenggara atau perusahaan startup yang bernilai di atas USD1 miliar yakni Go-Jek (USD9 miliar), Bukalapak (USD1 miliar), Tokopedia (USD7 miliar), dan Traveloka (USD4,1 miliar).
 
Namun, butuh waktu sekian tahun bagi keempat startup tersebut menyandang status unicorn. Misalnya, Tokopedia berdiri pada 2009 dan baru menjadi unicorn 6-7 tahun kemudian. Begitu pula dengan Gojek yang lahir pada 2010 membutuhkan proses yang panjang dan berliku hingga memiliki nilai valuasi sebesar USD9 miliar.
 
"Jadi unicorn engga cepat, ada masanya, panjang dan berliku, 6-7 tahun kemudian baru jadi unicorn," ungkap dia.
 
Adapun sedikitnya 44 perusahaan startup di Tanah Air tengah bersaing memperebutkan gelar unicorn. Mereka bergerak di bidang teknologi jasa pendidikan (edutech), teknologi jasa konsultasi kesehatan (healthtech) dan teknologi jasa keuangan (fintech).
 
Puluhan startup lokal tersebut yakni Tanihub, Iruna Elogistics, Cermati, Adskom, Ralali, Picmix, Orami-Bilna, Qraved, Fabelio, Koinworks, Tada Network, Payaccess, Cashlez, Lemonilo, Tees.co.id, Telunjuk.com, Tukangsayur.co, Floweradvisor, Buahhatiku.com, Plazakamera.com, Zahra.org.
 
Selanjutnya Ideoworks.id, Prosehat, Ahlijasa, Indoproc.com, Femaledaily, Porter, Velospace&Co, Kofera Technology, Excellence.Asia, Happy5, Berrykitchen, Sociabuzz, Jojonomic, Adsvokat, Eva, Ro-cket Pizza Indonesia, Bridestory, MBDC, Evhive, Bareksa, Snapcart, Agate, Modalku.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif