"Nggak ada nunggu-nunggu tapi kalau nanti di jalan dia mencabut gugatan, kalau belum terlalu jauh bisa kembali mereka harus ikuti UU dan peraturan yang berlaku di Indonesia," tegas Chairul, saat ditemui di Sekretariat Mahkamah Agung, Jakarta, Jumat (25/7/2014).
Pemerintah, menurut Chairul sudah bersikap tegas dengan perintah presiden untuk membentuk tim pengacara dan juga membentuk Keppres (Keputusan Presiden) yang sudah ditandatangani oleh presiden kemarin. Tim pengacara pun dibentuk untuk menggugat kembali Newmont dan menetapkan langkah-langkah sebagai pelajaran dan sanksi tegas kepada Newmont.
Namun sejauh ini, dia mengaku belum mengetahui siapa orang-orang yang terpilih menjadi tim pengacara melawan arbitrase Newmont.
Seperti yang dikemukakan Chairul kemarin malam (24/7) di kediamannya, pemerintah optimis akan memenangkan pertempuran dengan Newmont karena sikap pemerintah sudah sangat keras kepada Newmont.
"Dia tarik itu atau kita akan layani gugatan dia dan tidak menutup kemungkinan kita gugat balik dengan konsekuensi-konsekuensi yang jauh lebih keras dari apa yang dia pikirkan," tegasnya. Pada saat yang sama, pengamat ekonomi, Aviliani, menyatakan bahwa dirinya memuji keberanian Menko Perekonomian untuk melawan arbitrase Newmont.
Namun baginya ada sesuatu yang kurang menjadi perhatian pemerintah yakni mengenai ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan (supply chain) setelah smelter selesai dibangun. Pemerintah kurang memberi perhitungan yang lebih pasti kepada Newmont bagaimana jika smelter selesai tidak ada perusahaan yang berkomitmen kerja sama dengan pihaknya.
"Memang kedepan yang kita kurang lakukan gini loh, euforianya orang bangun smelter itu harus dihitung, jangan sampai smelternya banyak, nggak ada bahan bakunya, jadi harus dihitung, dipetakan dulu," tukas Vi. Jika sudah ada pemetaan jumlah bahan bakunya maka tinggal memberi komitmen kepada yang lain mengenai penjualannya.
Hal seperti itulah yang menjadi ketakutan Newmont kedepannya. Kemungkinan Newmont menang pun masih ada karena pemerintah hanya memikirkan bagaimana cara menghambat ekspor, seperti yang dikemukakan Vi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News