Perjanjian Perdagangan Bebas Dorong Eksportir Domestik
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Iman Pambagyo. (FOTO: Medcom.id/Kautsar)
Jakarta: Free Trade Agreement (FTA) Center dipercaya dapat meningkatkan ekspor Indonesia serta mencetak para eksportir baru di daerah maupun di kota.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Iman Pambagyo menjelaskan ada beberapa hal yang ingin dicapai oleh pemerintah. Indonesia memiliki kesepakatan perdagangan dengan Korea, Jepang, dan Pakistan dengan terbuka peluang untuk dapat tarif ekspor seminimal mungkin.

"Ini kita ada kesepakatan dengan Korea, Jepang, dan Pakistan karena ada ketentuan tarif nol persen atau komitmen tarif yang rendah 2,5-5 persen," ujarnya di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis, 31 Mei 2018.

Ia menembahkan, para pelaku usaha dapat diberikan pelatihan agar memenuhi kriteria produk asli. Seperti pada ASEAN ketentuan produk original yang ditetapkan sebanyak 40 persen.

"Artinya selama 40 persen produk itu, komponen dari ASEAN dianggap sebagai original things product dari ASEAN," tambahnya.

Selain itu para pelaku usaha asal Indonesia harus dapat melihat target pasar tidak hanya dalam negeri, melainkan dengan adanya perjanjaian dengan beberapa negara membuat batas fisik semakin berkurang dan semakin kuat.

"Harus dilihat bahwa Thailand, India itu adalah pasar kita, seperti mereka melihat kita sebagai pasarnya," tuturnya.

Oleh karena itu untuk mencapai tujuan tersebut FTA Center menggelar berbagai kegiatan peningkatkan kapabilitas (capacity building) pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu bersaing di pasar global, terutama kepada pelaku UMKM yang berorientasi ekspor.

Ada juga jasa konsultasi untuk membantu para pelaku usah mengatur rencana perusahaan dalam proses ekspor. Konsultasi termasuk untuk menggunakan Surat Keterangan Asal (SKA), akses pembiayaan, prosedur ekspor, serta strategi promosi dan pemasaran ke luar negeri.

Sehingga dapat memaksimalkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, meminimalisasi risiko dan ketidakpastian. "Serta meningkatkan potensi kelancaran ekspor dengan orientasi pada peningkatan laba perusahaan," tutupnya.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id