Ilustrasi. (Foto: Antara/Akbar Nugroho).
Ilustrasi. (Foto: Antara/Akbar Nugroho).

Tiga Bulan, BJB Salurkan Kredit Rp71 Triliun

Ekonomi bjb
Dian Ihsan Siregar • 20 April 2018 19:58
Jakarta: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) telah menyalurkan kredit sebesar Rp71 triliun di sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Posisi itu mengalami peningkatan 13,2 persen bila dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kredit yang disalurkan perseroan banyak terserap ke sektor konsumer.
 
"K‎redit konsumer yang menjadi pilar pertama bisnis BJB. Segmen ini tercatat naik Rp2,7 triliun, atau sebesar 6,2 persen," tutur ‎Direktur Utama BJBR Ahmad Irfan, ditemui usai acara Analyst Meeting di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Jumat, 20 April 2018.
 
Adapun salah satu pendorong pertumbuhan kredit konsumer tersebut yaitu meningkatnya pertumbuhan kredit pensiunan yang naik menjadi Rp10,6 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Segmen lain yang memberikan kontribusi tinggi bagi perseroan adalah kredit korporasi dan komersial melonjak sebesar Rp3,4 triliun atau 38 persen menjadi Rp12,6 triliun di akhir kuartal I di tahun ini," terang dia.
 
Total kenaikan kredit korporasi dan komersial ini, menurut dia, sebagian besar merupakan kredit-kredit yang bersumber dari proyek pemerintah, baik APBD maupun APBN, serta kredit lain yang tingkat risikonya relatif rendah dan terukur.
 
Sedangkan kredit segmen mikro tercatat naik 32,5 persen. Kredit ini disalurkan melalui BPR dan LKM serta Mikro dengan model clustering sehingga kualitas kredit UMKM ini dapat terjaga dengan baik.
 
Pada sisi pendanaan, dia menerangkan, BJB berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan demi memahami masyarakat Indonesia dengan didukung pengembangan IT yang baik. Upaya tersebut bertujuan untuk dapat mempermudah layanan transaksi nasabah. 
 
"Kami mencatatkan DPK pada kuartal I tahun 2018 sebesar Rp87 triliun atau tumbuh 11,3 persen, di atas pertumbuhan DPK Industri Perbankan per Februari 2018 yang sebesar 8,44 persen," papar dia.
 
Dengan posisi laba dan kredit yang tampil maksimal, dia menambahkan, maka total aset menjadi Rp110,8 triliun pada kuartal I-2018, tumbuh 13 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif