Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Angkasa Pura I Cetak Laba Rp1,4 Triliun

Ekonomi angkasa pura 1
Annisa ayu artanti • 02 Februari 2018 18:58
Jakarta: PT Angkasa Pura I (Persero) mencatatkan laba bersih (unaudited) 2017 sebesar Rp1,4 triliun atau tumbuh 23 persen jika dibandingkan 2016 sebesar Rp1,1 triliun. Selain itu, perseroan juga mencatat pendapatan operasional sebesar Rp7,1 triliun atau meningkat 17 persen dibandingkan tahun lalu sebesar Rp6,1 triliun.
 
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi menjelaskan dari pendapatan operasional tersebut, sebesar Rp4,2 triliun berasal dari bisnis aeronautika yang meliputi Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U), Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U), layanan aviobridge, check-in counter, dan layanan baggage handling system.
 
Sementara sisanya sebesar Rp2,9 triliun berasal dari bisnis non-aeronautika yang meliputi sewa ruang, konsesi, reklame, parkir, peron, lounge, event promotion, dan lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Peningkatan pendapatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penumpang, pesawat, dan kargo, seiring dengan upaya perusahaan menginisiasi program pengembangan destinasi wisata Collaborative Destination Development (CDD) yang berkerja sama dengan pemerintah daerah serta terus meningkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan bandara," jelas Faik dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 2 Februari 2018.
 
Selama 2017, Faik juga menyebutkan, Angkasa Pura I mencatat peningkatan trafik pesawat sebesar 3,5 persen dari 764.531 pergerakan pada 2016 menjadi 791.496 pergerakan pada 2017. Sementara itu trafik penumpang tumbuh enam persen dari 84,7 juta orang pada 2016 menjadi 89,7 juta orang pada 2017. Begitu juga kargo tumbuh 11,4 persen dari 362 juta kg pada 2016 menjadi 403 juta kg pada 2017.
 
"Perusahaan telah menggelontorkan dana investasi 2017 sebesar Rp4,6 triliun yang terdiri dari Rp2,3 triliun untuk pengembangan bandara dan Rp2,3 triliun untuk investasi bidang keselamatan dan pelayanan," ujar dia.
 
Faik menambahkan perusahaan juga telah mengurangi jumlah bandara yang merugi yaitu lima bandara di 2016 menjadi tiga bandara di 2017.
 
"Ketiga bandara tersebut yaitu bandara yang memang jumlahnya penumpang di bawah dua juta orang per tahun seperti Bandara El Tari Kupang, Bandara Pattimura Ambon dan Bandara Frans Kaisiepo Biak," tambah Faik Fahmi.
 
Bidik Pendapatan Rp8,7 Triliun di 2018
 
Adapun pada 2018 ini, Angkasa Pura I menargetkan pendapatan sebesar Rp8,7 triliun atau meningkat 16 persen dari realisasi pendapatan 2017 (unaudited) sebesar Rp7,5 triliun.
 
Target pendapatan ini salah satunya didukung oleh mulai beroperasinya terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang pada Maret 2018, peningkatan kapasitas dan utilisasi alat produksi sisi udara bandara-bandara, dan peningkatan pendapatan lima anak perusahaan Angkasa Pura I yaitu Angkasa Pura Suport, Angkasa Pura Logistik, Angkasa Pura Properti, Angkasa Pura Hotel, serta Angkasa Pura Retail.
 
Di 2018 ini, lanjut Faik, perseroan akan memfokuskan diri dalam peningkatan kualitas layanan di 13 bandara seperti inovasi pelayanan di terminal, penerapan smart airport, digitalisasi proses bisnis perusahaan, dan percepatan pembangunan tiga bandara yang termasuk dalam proyek strategis nasional, yaitu Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, Bandara Ahmad Yani Semarang, dan Bandara Internasional Baru Yogyakarta.
 
Selain itu perusahaan juga berharap dapat segera mengelola enam bandara yang selama ini dikelola oleh Kementerian Perhubungan (Unit Pelaksana Bandar Udara) yaitu Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara Sentani Jayapura, Bandara Juwata Tarakan, Bandara Syukuran Aminudin Amir Luwuk, Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, dan Bandara Samarinda Baru.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif