"Jadi perpaduan usia muda, kreativitas dan kesempatan membuat desainer muda mampu menciptakan kreasi baru. Mereka jadi lokomotif di kerajinan, furnitur hingga desain interior," ujar Saleh, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (10/6/2015).
Ia menuturkan, Indonesia perlu mempersiapkan generasi selanjutnya dari para desainer muda saat ini. Hal ini karena dapat mendorong peningkatan industri kreatif dengan menembus pasar luar negeri. Apalagi bahan baku industri furnitur dan kerajinan 100 persen berasal dari dalam negeri.
"Industri kreatif itu multi-impact. Menciptakan lapangan kerja terlatih dan terdidik, mendongkrak nilai tambah dari bahan mentah hingga dijual dalam dolar untuk ekspor," ungkap dia.
Lebih lanjut ia berharap agar industri dalam negeri dapat memacu produk-produk yang bisa diunggulkan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan aktif dalam beberapa bulan mendatang.
"Termasuk modifikasi motif lokal yang diyakini meningkatkan keunikan masing-masing produk," pungkas Saleh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News