Illustrasi (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Illustrasi (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Harga Ikan Segar di Kendari Melonjak

Antara • 22 Juni 2015 11:39
medcom.id, Kendari: Harga ikan segar di sejumlah pasar tradisional maupun pasar induk di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, terus melonjak bahkan mencapai dua kali lipat dari sebelumnya, akibat cuaca buruk dalam sepekan terakhir.
 
Pemantauan di pasar Bonggoeya, Pasar Baruga, dan pasar Sentral Mandonga Kendari, menunjukkan harga ikan segar dari berbagai jenis rata-rata naik antara 30-50 persen dari biasanya. Harga ikan cakalang ukuran sedang yang biasanya seharga Rp30 ribu per ekor, naik menjadi Rp50 ribu-Rp60 ribu per ekor.
 
Demikian pula dengan harga ikan putih naik dari Rp50 ribu hingga Rp75 ribu per ekor. Sedangkan ikan teri yang biasanya dijual seharga Rp15 ribu per kilogram (kg), naik menjadi Rp25 ribu per kg.

Naiknya harga ikan segar juga ikut berpengaruh terhadap harga ikan asin (ikan kering), namun kenaikannya hanya berkisar antara 10-20 persen dari harga biasanya. Untuk ikan katambah harganya mengalami kenaikan menjadi Rp45 ribu per kg yang sebelumnya hanya Rp40 ribu per kg. Serta harga ikan sunu dari Rp50 ribu per kg naik menjadi Rp60 ribu per kg.
 
Jenis ikan teri juga naik dari harga Rp60 ribu per kg menjadi Rp70 ribu per kg untuk kualitas terbaik dari kualitas sedang dari Rp40 ribu per kg menjadi Rp45 ribu per kg. "Para pedagang terpaksa menaikkan harga ikan, 
karena saat membeli ikan dari para nelayan juga sudah mahal, sehingga otomatis kita juga harus menaikkan harganya," ujar Ramang, di Pasar Baruga, Senin (22/6/2015).
 
Kepala UPTD Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Dinas Perikanan Kota Kendari Ridwan mengaku, terjadi kenaikan harga ikan segar tingkat nelayan saat melakukan proses bongkar di TPI. Ia mengatakan, kenaikan harga ikan segar itu akibat cuaca buruk yang menyebabkan nelayan membatasi untuk melaut. Hal ini memengaruhi hasil tangkapan nelayan selama dua pekan terakhir.
 
"Sudah menjadi kebiasaan saat terjadi cuaca buruk seperti ini, tentu akan mempengaruhi hasil tangkapan yang berdampak pula pada naiknya harga ikan di pasaran," ujarnya.
 
Namun demikian, ia juga mengimbau masyarakat tidak perlu panik karena masih ada tangkapan nelayan walaupun dalam jumlah yang cukup terbatas. (MTVN/Arif W)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan