NEWSTICKER
Robby Djohan (kanan) (FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma)
Robby Djohan (kanan) (FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma)

Robby Djohan, Sang Ahli Transformasi Bisnis Indonesia

Ekonomi bank mandiri obituari garuda indonesia
Eko Nordiansyah, Annisa ayu artanti, Angga Bratadharma • 13 Mei 2016 19:25
medcom.id, Jakarta: Menjelang sore atau tepatnya pukul 14.39 WIB, tiba-tiba tersiar kabar duka yang beredar luas di beberapa aplikasi pesan seperti WhatsApp dan Blackberry Messenger. Adapun kabar duka itu terkait dengan wafatnya bankir senior dan ahli transformasi bisnis Indonesia Robby Djohan.
 
Mantan Direktur Utama Bank Mandiri kedua itu meninggal dunia di Rumah Sakit Puri Cinere, Jakarta Selatan, pada Jumat (13/5/2016) pukul 14.39 WIB. Pria kelahiran Semarang 1 Agustus 1938 tersebut meninggal di usia 77 tahun.
 
Selain sukses membawa Bank Mandiri menjadi bank terbesar di Indonesia seperti sekarang ini, Robby Djohan juga pernah dipercaya untuk menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia pada Februari-Oktober 1998. Tidak hanya itu, kemampuan dan jam terbangnya yang tinggi membuat Robby dipercaya sebagai dosen Pascasarjana Universitas Indonesia (UI).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berbagai pernyataan belasungkawa pun berdatangan kepada bankir yang mampu membawa perubahan signifikan bagi industri perbankan di Tanah Air ini. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri turut menyampaikan belasungkawa dan turut berduka atas wafatnya bankir senior dan ahli transformasi bisnis Indonesia Robby Djohan.
 
"Kami menyampaikan belasungkawa dan kehilangan yang mendalam atas wafatnya mantan pemimpin dan guru kami Bapak Robby Djohan," ujar Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Jumat (13/5/2016).
 
Tidak ditampik, keberadaan Robby Djohan tidak hanya memberikan manfaat bagi Bank Mandiri semata, namun juga kepada perekonomian Indonesia secara lebih luas. Bahkan, Robby Djohan mampu mendorong industri perbankan memiliki peranan lebih baik lagi dalam mendukung laju ekonomi Tanah Air.
 
"Semoga warisan pengetahuan yang beliau tinggalkan dapat terus bermanfaat bagi perkembangan industri perbankan dan perekonomian nasional," kata Rohan.
 
Saat menjabat sebagai orang nomor satu di Bank Mandiri, Robby Djohan dianggap mampu memimpin program restrukturisasi dan transformasi Bank Mandiri saat krisis. Selain itu, Robby Djohan dinilai sebagai sosok pimpinan awal Bank Mandiri hasil merger.
 
"Dalam melakukan transformasi bisnisnya, beliau menekankan kepada pasar, produk, produktivitas modal, dan sumber daya manusia yang andal. Empat pilar tersebut menghantarkan beliau menjadi punggawa transformasi bisnis di Indonesia," kata Rohan.
 
Sementara itu, Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengaku cukup kehilangan dengan sosok Robby Djohan. Emir mengaku almarhum adalah mentornya semasa menjadi orang nomor satu di Garuda.
 
"Beliau mentor saya. Saya banyak belajar dari beliau, banyak sekali. Jadi saya rasa kita kehilangan. Bukan hanya saya tapi semuanya orang-orang yang besar di Bank Niaga, Bank Mandiri, dan Garuda Indonesia," tutur Emir kepada Metrotvnews.com.
 
Robby Djohan dikenal sebagai sosok yang pernah menduduki sejumlah jabatan penting di beragam perusahaan raksasa dan berhasil mengukir berbagai prestasi. Ia merintis karier di Citibank, kemudian membesarkan Bank Niaga, menyelamatkan perusahaan penerbangan Garuda Indonesia, dan mengantarkan mahamerger beberapa bank BUMN menjadi Bank Mandiri.
 
Dalam lingkungan bisnis, Robby termasuk sosok andalan. Ketika di Bank Niaga, ia mengangkat bank yang tadinya tidak terkenal menjadi bank swasta nomor dua terbesar di Indonesia. Pengalaman sangat spektakulernya adalah ketika ia dipercaya memimpin Garuda.
 
Saat itu, Robby langsung dihadapkan pada situasi utang (liabilities) jauh lebih besar dibanding harta (asset), sehingga saldonya negatif. Bottom line sudah merah, termasuk saldo ditahan (retained earning) juga telah negatif. Namun demikian, Robby berhasil menyelesaikan berbagai macam persoalan dan mampu membawa Garuda Indonesia menjadi perusahaan besar seperti sekarang ini.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif