Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Tekan Harga Daging, Bulog Siapkan Rp700 Miliar untuk Impor

Amaluddin • 10 Juni 2016 17:19
medcom.id, Surabaya: Perum Bulog berencana melakukan impor daging dari luar negeri guna menekan tingginya harga daging saat Ramadan. Bulog menyiapkan anggaran sekitar Rp700 miliar untuk total 10.000 ton impor daging sapi beku.
 
Demikian disampaikan Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Wahyu Supariyono. Wahyu mengatakan, untuk tahap awal ini Bulog akan mengimpor daging sapi dari Australia dan New Zealand. Nantinya, impor daging sapi untuk kebutuhan Ramadan dan jelang Lebaran tahun ini.
 
"Untuk impor tahap awal ini sebanyak 3.000 ton. Mungkin paling lambat 26 Juni," kata Wahyu, saat dikonfirmasi awak media, di Surabaya, Jumat (10/6/2016).

Menurut Wahyu, dana komersil yang disiapkannya itu berasal dari internal Bulog untuk mengimpor daging masuk ke Indonesia secara bertahap. Impor daging sapi ini sesuai permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi), guna menjual harga daging dikisaran Rp80.000 per kilogram (kg).
 
"Nanti Bulog akan melakukan Operasi Pasar (OP) di sejumlah wilayah sehingga masyarakat mendapatkan daging dengan harga wajar," jelasnya.
 
Wahyu optimistis impor daging sapi beku itu bakal diminati oleh masyarakat. Sebab, kata dia, impor daging dari luar ini biasanya berkualitas dan bersertifikat. Kalau pun ada masyarakat yang tidak minat impor daging beku, masihh kata dia, mereka adalah masyarakat yang pendapatannya dari segmen menengah atas.
 
"Mereka lebih cari yang segar, masih ada darahnya. Daging beku kan ada segmen sendiri, karena sesuai keinginan Pak Jokowi agar harga daging bisa terjangkau semua kalangan. Sebaliknya, segmen yang suka juga sangat banyak," ungkapnya.
 
Saat ini, Bulog sudah mendistribusikan sebanyak 1.800 ton daging beku ke masyarakat melalui operasi pasar. Bahkan, ternyata banyak peminat daging tersebut. "Dari 1.800 ton yang sudah disebar sudah banyak yang terserap, sebelum puasa saja rata-rata 90 ton per hari," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan