Optimisme itu diwujudkan Atdag Bangkok yang bersinergi dengan KBRI Bangkok saat menggandeng tujuh perusahaan Indonesia untuk mengikuti pameran Thailand Auto Parts and Accessories (TAPA) 2016 di Bangkok International Trade Exhibition Center (BITEC), Bangkok, Thailand, pada 7-10 April 2016. Dalam pameran ini, tujuh perusahaan yang dibawa Atdag Bangkok mendapat permintaan dan kerja sama perdagangan secara signifikan.
Ketujuh perusahaan tersebut yaitu Sinar Agung Selalu Sukses (SASS), Astra Otoparts, Sinar Continental, Deli Karet Indonesia (Delium Tires), Garuda Indonesia, KM Motors, Selatan Jadi Jaya, dan Bumi Buana Citra.
"Indonesia memiliki banyak produk suku cadang yang kualitasnya bahkan mampu menembus pasar dunia sehingga saya yakin Indonesia dapat menguasai pasar otomotif Thailand," tegas Rita dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (19/4/2016).
Rata-rata produksi mobil di Thailand mencapai 2,46 juta unit, sedangkan Indonesia baru sekitar 1,2 juta unit. Pada 2015, nilai pasar ekspor produk otomotif Indonesia sebesar juta USD730 juta.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), suku cadang yang diekspor ke Thailand adalah transmisi kendaraan, kopling dan bagiannya; suku cadang sepeda motor; aksesoris roda, bagian setir, bagian aksesoris untuk badan kendaraan, bagian-bagian rem, radiator, peredam kejutan, bemper, dan sebagainya. Ekspor suku cadang ke Thailand tersebut hampir rata-rata meningkat dalam tiga tahun terakhir.
TAPA 2016 mengangkat tema "The Green Innovation and High Quality Product for Sustainable Growth". Pameran ini diselenggarakan oleh Department of International Trade and Promotion (DITP) dan Think Thailand setiap dua tahun sekali.
Pada 2014, TAPA 2016 diikuti 9.419 pelaku usaha dari 64 negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Singapura, Vietnam, Jepang, Jerman, Rusia, Korea Selatan, Taiwan, RRT, dan beberapa negara Amerika Selatan. Tahun ini, Rita mencatat sebanyak 10 ribu orang mengunjungi TAPA 2016.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News