Ilustrasi pasar tradisional. Foto : AFP.
Ilustrasi pasar tradisional. Foto : AFP.

Asosiasi Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Melindungi Pedagang Tradisional

Ekonomi pedagang
Husen Miftahudin • 31 Desember 2019 15:33
Jakarta: DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam melindungi pedagang pasar tradisonal. Pasalnya hingga kini pasar tradisional sebagai tempat bernaung pedagang kecil masih rentan terhadap masalah kebakaran.
 
"DPP IKAPPI mencatat telah terjadi 200 kasus kebakaran pasar di seluruh Indonesia pada 2019. Angka ini jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya," kata Ketua Bidang Kajian dan Konflik DPP IKAPPI Dimas dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Selasa, 31 Desember 2019.
 
Berdasarkan data tersebut, sebut Dimas, maka paling tidak terdapat empat titik kebakaran di pasar tradisional dalam satu pekan. Di sepanjang 2019 juga, lanjutnya, terdapat 10.088 kios atau ruko yang terbakar dengan puluhan korban jiwa melayang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika dihitung secara nominal, tentu kerugian yang dialami oleh para pedagang hingga mencapai miliaran bahkan triliunan rupiah," ketus dia.
 
Dimas menilai pemerintah enggan mengulurkan kepeduliannya terhadap keberlangsungan pasar tradisional, ini terlihat dari angka kebakaran yang mengalami kenaikan signifikan dalam tiga tahun terakhir.
 
"Tergambar jelas dari angka tersebut adalah minimnya perlindungan dan daya antisipasi, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah," ungkap Dimas.
 
Padahal pemerintah sendiri telah mengeluarkan amanat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum (Kepmen PU) No.10/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Pengamanan terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. Beleid tersebut mengamanatkan pengamanan pada bahaya kebakaran di bangunan seperti pasar tradisional harus dimulai sejak proses perencanaan.
 
Dengan demikian, tutur Dimas, pasar yang akan dibangun harus memenuhi unsur sarana penyelamatan, sistem proteksi aktif/pasif, hingga pengawasan dan pengendalian kebakaran. Bila merujuk aturan ini, Dimas menyimpulkan bahwa pemerintah menunjukkan sikap inkonsistennya.
 
Dimas meminta pemerintah segera memberi perlindungan kepada para pedagang pasar tradisional. Selain menjadi jantung bagi kehidupan masyarakat di daerah hingga pedesaan, pasar tradisional juga menjadi tempat paling netral dan memiliki value asli yang menunjukkan proses tawar menawar antara penjual dan pembeli dari kalangan ekonomi menengah ke bawah hingga kalangan menengah ke atas.
 
"DPP IKAPPI menilai masalah terbesar dalam hal ini adalah manajemen pengelolaan pasar dan sikap pengawasan pemerintah yang masih jauh dari kata layak, sehingga mengakibatkan banyaknya kebakaran di pasar tradisional. Pemerintah harus menambah kepeduliannya terhadap kehidupan dan kesejahteraan masyarakat kecil yang menggantungkan hidupnya di sektor pasar tradisional," pungkas Dimas.

 

(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif