Ilustrasi. Foto : MI/RAMDANI.
Ilustrasi. Foto : MI/RAMDANI.

Pemerintah Putuskan Penerima PMN untuk Perkuat Defisit Transaksi

Ekonomi pmn
Eko Nordiansyah • 20 Januari 2020 16:35
Jakarta: Pemerintah akan segera memutuskan penerima penyertaan modal negara (PMN) untuk defisit transaksi berjalan (CAD). Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah menyediakan PMN sebesar Rp1 triliun untuk penguatan transaksi berjalan.
 
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Racmatawarta mengatakan, pemberian PMN akan diputuskan dalam beberapa pekan ke depan. Namun pihaknya masih menunggu kajian dari Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu.
 
"Kita Insyaallah dalam beberapa minggu lah kita akan putuskan itu, yang mengkaji bukan di tempat saya. Meskipun nanti kami uji justified atau tidak. Nanti dari BKF akan membangun," kata dia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 20 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Isa, pemerintah bersama dengan DPR masih melihat sektor apa yang membutuhkan suntikan dana agar mencegah defisit transaksi berjalan. Misalnya saja apakah sektor energi atau sektor jasa yang membutuhkan dana tambahan.
 
"Tadi menerima masukan anggota, CAD kita ini apasih sebabnya, oh energi. Apakah kita perlu mengatasi defisit di energi, atau oh jasa, apakah perlu di jasa," jelas dia.
 
Dirinya menambahkan bisa saja PMN untuk mengatasi defisit transaksi berjalan ini diberikan kepada BUMN sektor lain. Isa enggan menyimpulkan bahwa anggaran ini akan diberikan kepada PT Pertamina (Persero) selaku perusahaan pelat merah di sektor energi.
 
"Saya enggak simpulkan begitu (PMN untuk Pertamina). Kita akan dalami bidang-bidang apa yang paling berikan kontribusi defisit, misalkan energi. Tapi tadi dapat masukan juga misalkan pangan," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif