NU Care-LazizNU yang merupakan lembaga amil zakat di bawah binaan NU  bekerja sama dengan Go-Pay. Medcom/Nia D.
NU Care-LazizNU yang merupakan lembaga amil zakat di bawah binaan NU bekerja sama dengan Go-Pay. Medcom/Nia D.

Sedekah Digital Dinilai Mampu Tingkatkan Transparansi

Ekonomi industri digital
Nia Deviyana • 16 Juli 2019 20:04
Jakarta: Nahdlatul Ulama (NU) menilai sudah saatnya pengelolaan zakat dilakukan secara digital. Dengan demikian, transparasi pengelolaan dana oleh lembaga amil zakat semakin maksimal.
 
"Dengan transparansi, lembaga pengelola zakat dapat mendayagunakan dana dengan lebih amanah dan profesional untuk pemberdayaan umat, serta meningkatkan rasa percaya masyarakat," ujar Ketua Pengurus Besar NU Aizzudin Abdurrahman saat mengisi diskusi di kantornya, Jalan Kramat Pela, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Juli 2019.
 
Adapun NU Care-LazizNU yang merupakan lembaga amil zakat di bawah binaan NU baru saja meresmikan kerja samanya dengan Go-Pay, layanan dompet digital milik perusahaan rintisan Go-Jek dalam menyediakan layanan sedekah digital. Melalui kerja sama ini, diharapkan lebih dari 90 juta warga NU bisa memperoleh kemudahan dalam menyalurkan sedekahnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami percaya dengan kerja sama ini dapat mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi umat berbasis digital di Indonesia. Dengan jaringan NU Care-LazizNU yang sangat luas, kami berharap bisa membantu meningkatkan jumlah zakat, infak, dan sedekah," kata Vice President Public Affairs Go-Jek Astrid Kusumawardhani, pada kesempatan yang sama.
 
Ketua NU Care-LazizNU Achmad Sudrajat mengatakan dana yang terkumpul dari donasi melalui Go-Pay akan dimanfaatkan untuk program pendistribusian atau pendayagunaan NU Care-LazizNU yang terfokus di sembilan pilar program, yakni sosial dan keagamaan, kebencanaan, kesehatan, pendidikan, ekonomi, hukum, Hak Asasi Manusia (HAM) dan kemanusiaan, budaya dan pariwisata, sumber daya alam dan pengolahan, serta lingkungan hidup dan energi.
 
"Kami terus mendorong kemudahan zakat melalui berbagai layanan digital, baik digital banking, e-commerce, maupun financial technology. Dengan memanfaatkan berbagai metode pembayaran digital, diharapkan dapat membuat arus baru ekonomi masyarakat Indonesia," tuturnya.
 
Untuk bersedekah digital masyarakat bisa memanfaatkan metode scan QR dari Go-Pay untuk berzakat maupun berinfak yang ada di program Go-Pay for Good. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 1.800 kali donasi melalui kode QR sejak Mei 2019.
 
"Itu artinya ada kepercayaan yang tinggi dari masyarakat terkait program sedekah nontunai," pungkas Achmad.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif