Komisaris State Government of Victoria untuk Asia Tenggara, Brett Stevens -  - Foto: Medcom.id/ Ilham Wibowo
Komisaris State Government of Victoria untuk Asia Tenggara, Brett Stevens - - Foto: Medcom.id/ Ilham Wibowo

Pemerintah Victoria: Industri Digital Indonesia Tumbuh Mencengangkan

Ilham wibowo • 21 Juni 2019 15:59
Jakarta: Pemerintah negara bagian Victoria meyakini Indonesia siap menghadapi revolusi industri generasi keempat. Pemanfaatan digital dalam beragam sektor ekonomi dinilai mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.
 
"Saya telah berdomisili di Jakarta sejak tahun 2013, dan pertumbuhan (ekonomi digital) yang dialami Indonesia pada selama rentan waktu ini sangat mencengangkan," kata Komisaris State Government of Victoria untuk Asia Tenggara, Brett Stevens ditemui di Union Space, Satrio Tower, Jakarta, Jumat, 21 Juni 2019.
 
Sebuah studi yang dilakukan oleh Google dan Temasek memprediksi bahwa ekonomi digital di Indonesia akan bernilai USD100 miliar pada 2025. Angka tersebut menjadikannya sebagai perekonomian terbesar di Asia Tenggara bahkan menyaingi ekonomi negara besar dunia.

Selain itu, sebuah studi oleh Polling Indonesia bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) juga menunjukkan bahwa 171 juta orang, atau 64,8 persen dari total penduduk Indonesia, sudah terhubung ke jaringan internet pada 2018. Angka tersebut mewakili peningkatan 10 persen dari 54.86 persen yang tercatat pada 2017.
 
Menurut Stevens, dukungan pemerintah Indonesia sangat baik dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital yang merata. Ia meyakini program yang telah digulirkan dalam dua tahun terakhir itu membawa dampak besar pada kehadiran investasi dengan waktu yang tak lama.
 
"Program nasional seperti Go Digital Vision 2020, e-smart IKM dan 100 Smart City Movement adalah bukti tekad Indonesia untuk menjadi salah satu lokasi terbaik bagi bisnis digital untuk beroperasi," ungkapnya.
 
Kondisi tersebut diakui Stevens sebagai peluang besar bagi negaranya untuk ikut serta berkolaborasi dalam pengembangan sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Victoria saat ini memiliki pusat inovasi dan teknologi utama dengan ekosistem startup yang kuat dengan pendapatan USD34 miliar setiap tahunnya.
 
Bisnis skala menengah dan perusahaan besar internasional juga semakin banyak. Negara bagian Australia ini bahkan telah menghasilkan setidaknya tujuh unicorn termasuk Real Estate Australia Group, Carsales.com, Seek, Airwallex, MYOB. Aconex dan Envato.
 
"Kami sangat berkomitmen untuk mendatangkan dan menawarkan berbagai kapabilitas Victoria dalam industri TIK, kekuatan kami dalam dunia pendidikan dan layanan profesional, serta membentuk sinergi yang lebih baik dengan bisnis Indonesia untuk meningkatkan keberhasilan mereka di bidang TIK, " ujar Stevens.
 
Melalui kantor Perdagangan dan investasi Pemerintah Victoria (Victorian Government Trade and Investment/ VGTI) di Jakarta, negara bagian tersebut akan terus membentuk kolaborasi yang lebih signifikan. Menurutnya, di Melbourne, Victoria yang merupakan rumah bagi lebih dari 8.000 perusahaan TIK sangat sesuai untuk membantu Indonesia mengakselerasi perjalanan transformasi digitalnya.
 
"Startup dan UKM telah diidentifikasi sebagai penggerak penting bagi adopsi digital di Indonesia dan teknologi seperti layanan cloud, blockchain, dan kecerdasan buatan yang diharapkan menjadi bagian panting dalam memenuhi tujuan bisnis berbagai perusahaan di negara ini," kata dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(Des)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan