Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, Medcom/Ilham WIbowo.
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, Medcom/Ilham WIbowo.

Pemerintah Kaji Jateng dan Jatim sebagai KEK

Ekonomi kawasan ekonomi khusus
Nia Deviyana • 24 Juli 2019 04:34
Jakarta: Pemerintah tengah melakukan kajian terhadap wilayah yang berpotensi menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan diusulkannya Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai KEK dengan dasar untuk mengakomodasi permintaan para pelaku industri. Selama ini, industri berbasis teknologi tinggi banyak berpusat di Karawang, Jawa Barat.
 
"Kami akan berupaya menarik ke Jawa Timur, karena sudah ada yang mengusulkan. Kemudian KEK di Jawa Tengah tentu dengan tenaga kerja yang bersaing, juga bisa kami dorong," ujarnya melalui keterangan resminya, Selasa, 23 Juli 2019.
 
Adapun pengembangan KEK di Jawa Timur akan difokuskan pada klaster digital. Hal ini untuk mengimbangi klaster digital yang sudah ada seperti di BSD Tangerang, Batam, dan Bandung.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain itu, kami mendorong perguruan tinggi di Jawa Timur agar lebih merata talentanya," jelasnya.
 
Airlangga menyampaikan sudah ada beberapa investor yang tertarik membangun industri di kedua wilayah tersebut, di antaranya industri otomotif, tekstil, elektronika serta komponennya.
 
Airlangga menyebut pengembangan KEK di Pulau Jawa sekaligus difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pemerintah telah menginisiasi beberapa program untuk peningkatan kompetensi SDM, antara lain pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri.
 
"Apalagi, pemerintah sudah keluarkan PP No.45/2019 untuk super deduction tax. Jadi itu yang akan kami dorong," ungkapnya.
 
Pemerintah juga melakukan peningkatan kemampuan (upskilling) SDM industri dengan program Diklat 3in1 (pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja).
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, rencana pembangunan KEK di Pulau Jawa telah dibahas dalam rapat koordinasi di kementerian yang dipimpinnya. Selama ini, pengembangan KEK industri dilakukan di luar Jawa dengan tujuan pemerataan pertumbuhan ekonomi.
 
Tetapi, karena banyak permintaan untuk pembangunan KEK industri di Pulau Jawa, sehingga pengembangan KEK di kedua wilayah tersebut dikoordinasikan dengan beberapa kementerian terkait, temasuk Kemenperin.
 
"Kesepakatannya adalah KEK industri boleh di Jawa, tetapi ada kriteria supaya tidak menggangu industri yang sudah ada di luar KEK," terangnya.
 
Darmin memastikan pengembangan KEK di Pulau Jawa tidak akan mengubah aturan apapun yang telah ditetapkan pemerintah yakni Peraturan Pemerintah (PP) tentang KEK Nomor 96/2015 tentang fasilitas dan kemudahan KEK dan PP Nomor 100/2012 tentang Penyelenggaraan KEK.
 
"Dengan mengacu pada kriteria yang harus dipenuhi, tentunya tidak akan mengganggu industri lainnya yang sudah ada, khususnya KEK di luar Jawa," pungkasnya.
 
Saat ini sudah ada 12 KEK yang berjalan dengan komitmen investasi mencapai Rp104,54 triliun, yakni KEK Sei Mangkei, Tanjung Lesung, Mandalika, Palu, Bitung, Morotai, Tanjung Api-Api, Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), Tanjung Kelayang, Sorong, Arun Lhokseumawe, dan Galang Batang.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif