Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea (tengah baju biru). Foto Istimewa.
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea (tengah baju biru). Foto Istimewa.

Terbentur Lebaran, KSPSI Geser Aksi Hari Buruh Jadi 12 Mei

Ekonomi buruh May Day UU Cipta Kerja Lebaran 2022 KSPSI
Husen Miftahudin • 28 April 2022 20:04
Jakarta: Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menginstruksikan kepada seluruh anggotanya agar peringatan May Day atau Hari Buruh digeser ke 12 Mei. Biasanya, aksi buruh ini diselenggarakan setiap tanggal 1 Mei.
 
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan, hal ini dilakukan karena terbentur perayaan Lebaran. Pasalnya, kemungkinan malam takbiran jatuh pada 1 Mei, bertepatan dengan perayaan Hari Buruh Internasional.
 
"May Day tahun ini akan digeser, karena kemungkinan bertepatan dengan malam takbiran. Jadi, kami minta seluruh anggota KSPSI merayakannya dengan doa bersama di tempat masing-masing," kata Andi Gani dalam konferensi persnya, Kamis, 28 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Andi Gani memastikan perayaan May Day tetap akan dilakukan pada Kamis, 12 Mei 2022. RencanaNya akan ada aksi massa hingga 5.000 buruh yang dipusatkan di Patung Kuda dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
 
Bukan hanya di Patung Kuda Jakarta saja, kata Andi Gani, di seluruh wilayah Indonesia juga akan menggelar aksi serupa "Setiap buruh yang akan merayakan May Day di 12 Mei nanti diwajibkan antigen dan menerapkan protokol kesehatan ketat," ujarnya.
 
Andi Gani yang juga Pimpinan Buruh ASEAN (ATUC) ini akan membawa tiga tuntutan utama dalam aksi May Day nanti. Pertama, menolak revisi UU No. 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.
 
"Karena revisi tersebut hanya untuk melegalkan metode Omnibus Law UU Cipta Kerja, tanpa memperbaiki substansi UU Cipta Kerja yang diminta oleh Mahkamah Konstitusi pada keputusan sebelumnya," jelasnya.
 
Kedua, meminta agar Klaster Ketenagakerjaan dikeluarkan dari UU Cipta Kerja. Ketiga, menolak revisi UU Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja Serikat Buruh.
 
Sekjen KSPSI Hermanto Achmad menambahkan, tuntutan yang akan disampaikan KSPSI dalam perayaan May Day mendatang sangat substantif berkaitan dengan kepentingan buruh.
 
"Misalnya ada upaya pembatasan serikat pekerja. Nanti kita lihat dulu draftnya dari Kemenaker. Kalau itu bertentangan, kita akan keras menolak," ucapnya.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif