Ilustrasi. (FOTO: MI/Bary)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Bary)

Tarif Ojek Online Diusulkan sekitar Rp2.400/Km

Ekonomi grab gojek ojek online
19 Maret 2019 11:40
Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengklaim telah merilis regulasi yang akan mengatur bisnis ojek online di Indonesia. Aturan dalam bentuk Permenhub ini telah disahkan Kementerian Hukum dan HAM dengan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat.
 
"Kalau untuk peraturan menteri masalah ojek online sudah keluar. Tapi bakal kita sosialisasikan dulu," jelas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi seusai rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Senin, 18 Maret 2019.
 
Menurut dia, substansi Permenhub yang dirilis pemerintah untuk memberikan batas dalam hubungan kerja antara pihak aplikator dan pengemudi ojek online, seperti mengenai jam kerja pengemudi hingga aturan sanksi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, aturan mengenai besaran tarif yang kerap dikeluhkan pengemudi belum diputuskan. Pembahasan ini merupakan poin penting karena menyangkut kesejahteraan pengemudi hingga kepentingan aplikator menjaga iklim pasar.
 
Seperti diketahui, pengemudi ojek online menuntut kenaikan tarif hingga Rp3.000 per kilometer (km), sedangkan pihak aplikator menginginkan harga berkisar di angka Rp1.600 per km. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tak menepis pihaknya bakal mengamini permintaan pengemudi untuk mematok tarif Rp3.000 per km.
 
Namun, ia mengaku masih terus membangun komunikasi secara persuasif kepada pengemudi agar tarif dapat dipangkas. Budi masih mempertimbangkan hilangnya pasar ojek online jika kenaikan tarif mencapai dua kali lipat.
 
"Kita coba persuasi. Tapi kalau akhirnya Rp3.000 per km, ya itu hasilnya. Kalau saya pribadi sih inginnya ambil tengahnya. Ya Anda tahu saya sempat bilang Rp2.400 per km," jelasnya.
 
Perusahaan operator ojek daring, Go-Jek Indonesia, berharap aturan ini dapat menguntungkan semua pihak.
 
"Harapan kami, peraturan yang akan terbit bisa menjamin keberlangsungan usaha, menjaga manfaat ekonomi, serta kesejahteraan bagi para mitra dan keuntungan bagi konsumen kami," ungkap Vice President Corporate Affairs Go-Jek Indonesia Michael Reza Say, akhir pekan kemarin. (Media Indonesia)
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif